Rukun Islam Ada Lima, Ini Penjelasannya Secara Berurutan

Rukun Islam Ada Lima, Ini Penjelasannya Secara Berurutan

Christavianca Lintang - detikHikmah
Minggu, 20 Nov 2022 18:30 WIB
Jadwal Sholat Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 12 Juli 2022
Rukun Islam dan penjelasannya. Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom
Jakarta -

Mengutip pada buku Rukun Islam oleh Slamet Muryono, Islam terbangun atas lima dasar dan kelima dasar tersebut tidak bisa ditinggalkan atau dikerjakan secara sia-sia. Kelima dasar tersebut disebut dengan rukun Islam. Seorang muslim wajib untuk mengerjakan rukun Islam.

Rasulullah SAW bersabda,

"Islam itu ialah engkau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah, dan bahwa Muhammad itu utusan Allah, engkau dirikan sholat, engkau bayar zakat, engkau puasa pada bulan ramadhan, dan engkau naik haji ke Baitullah, jika mampu pergi kesana." (HR. Muslim, Abu Daud, Turmudzi dan An-Nasai)

Lantas, apa saja yang termasuk dalam rukun Islam?

Rukun Islam beserta Penjelasannya

Melansir pada buku Al-Islam oleh Said Hawwa, rukun Islam terdiri dari:

1. Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat

Dalam agama Islam, dua syahadat secara keseluruhan bagaikan ruh bagi tubuh. Syahadat laa ilaaha illallaah, Muhammad Rasulullah adalah kehidupan bagi semua elemen Islam. Sehingga, amal apapun dari amal-amal Islam yang tidak tumbuh dari pokok ini akan dilihat sebagai sesuatu yang mati.

Kalimat syahadat dalam bahasa Arab:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Kalimat syahadat dalam bahasa latin:
"Asy-hadu allaa ilaaha illallaahu wa asy-hadu anna muhammadarrasuulullahi".

Arti kalimat syahadat:
"Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah".

Sebagaimana dalam sabda Nabi Muhammad SAW, "Barangsiapa yang bersyahadat bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, niscaya Allah akan mengharamkan jasadnya bagi api neraka." (HR. Muslim)

2. Mengerjakan Sholat

Sholat merupakan ibadah penting setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. Dalam ibadah Shalat juga dapat mempertegas bahwa tiada Dzat Yang berhak untuk disembah, kecuali Allah SWT.
Sebagaimana firman Allah SWT yang memerintahkan seorang muslim untuk mendirikan sholat dalam Surat Al-Ankabut ayat 45:

ٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
Artinya: "Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."

3. Menjalankan Puasa Ramadhan

Berpuasa dalam Islam mencakup pada syahwat-syahwat yang diharamkan dan mengendalikan hal tersebut untuk menjalankan perintah Allah.

Setiap muslim diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan. Tujuannya untuk mencapai ketakwaan kepada Allah SWT. Dan hikmah dalam berpuasa adalah melatih kesabaran, menumbuhkan rasa empati terhadap orang yang kelaparan sehingga hati kita terdorong untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

4. Zakat

Harta dalam Islam adalah harta Allah, manusia hanya dititipkan untuk memegangnya, oleh sebab itu, ia perlu mengambilnya dengan jalan yang telah digariskan oleh Allah SWT dan menginfakkannya di jalan yang telah ditentukan oleh Allah SWT pula.

Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 43:

وَ اَقِیۡمُوا الصَّلٰوۃَ وَ اٰتُوا الزَّکٰوۃَ وَ ارۡکَعُوۡا مَعَ الرّٰکِعِیۡنَ

Artinya:"Dan dirikanlah shalat, serta tunaikkan zakat, dan ruku'lah bersama dengan orang-orang yang ruku".


5. Naik Haji (bagi yang Mampu)

Ibadah haji merupakan lambang penyerahan diri secara nyata kepada Alah SWT dalam perkara yang Dia perintahkan dan dilarang tanpa melihat manusia mengetahui hikmah perintah dan larangan dalam praktk-praktik ibadah haji.

Allah berfirman dalam surat Ali-Imran: 97:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

"...mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." (QS. Ali-Imran: 97)

Demikian kelima rukun Islam yang harus dihafalkan dan dipahami oleh seluruh umat muslim.



Simak Video "Datangi KPK, Menag Yaqut Bahas Biaya Ibadah Haji 2023"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)