5 Amalan Sunah Haji, Mendapat Pahala Bila Dilaksanakan

5 Amalan Sunah Haji, Mendapat Pahala Bila Dilaksanakan

Azkia Nurfajrina - detikHikmah
Kamis, 17 Nov 2022 10:45 WIB
Hajar Ismail dan Hajar Aswad kembali dibuka.
Ilustrasi amalan sunah haji (Foto: Dok. Haramain Sharifain/Twitter @hsharifain)
Jakarta -

Ketika melakukan ibadah haji ada sejumlah amalan yang perlu dan harus dilaksanakan, seperti rukun dan wajib haji. Yang mana bila ditinggalkan maka ibadahnya tidak sah atau wajib membayar denda. Lain hal dengan sunah haji, seperti apa?

Sunah haji adalah amalan-amalan yang dianjurkan untuk dilakukan dalam ibadah haji. Bagi yang mengerjakan sunahnya akan mendapat pahala. Tetapi bila ditinggalkan, tidak perlu mengulang dan tidak membayar denda, sehingga ibadah hajinya pun tetap sah.

Amalan Sunah Haji

Melansir buku Meneladani Manasik Haji dan Umrah Rasulullah oleh Mubarak, ada sejumlah amalan sunah yang bisa dikerjakan, di antaranya:

1. Mandi ketika hendak memulai ihram

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit RA.


أنَّهُ رأى النَّبيَّ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ تجرَّدَ لإِهلالِهِ واغتسلَ


Artinya: "Bahwasanya dia pernah melihat Nabi SAW menanggalkan pakaiannya untuk berihram dan beliau mandi." (HR Tirmidzi)


2. Memakai wewangian pada badan sebelum talbiyah ihram

Aisyah RA pernah berkata:


كُنْتُ أُطَيِّبُ رَسولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ لِإِحْرَامِهِ حِينَ يُحْرِمُ، ولِحِلِّهِ قَبْلَ أنْ يَطُوفَ بالبَيْتِ


Artinya: "Aku pernah memakaikan wangi-wangian kepada Rasulullah untuk ihramnya ketika akan memulai ihram, dan setelah bertahallul sebelum beliau thawaf (Ifadhah), di Baitullah." (HR Bukhari & Muslim).


3. Berihram dengan memakai dua lembar kain ihram berwarna putih

Hadits dari diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas RA, ia berkata:


انْطَلَقَ النبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ مِنَ المَدِينَةِ بَعْدَ ما تَرَجَّلَ، وادَّهَنَ، ولَبِسَ إزَارَهُ ورِدَاءَهُ هو وأَصْحَابُه


Artinya: "Nabi berangkat dari Madinah setelah menyisir rapi rambutnya, meminyakinya, dan mengenakan kain sarung ihram dan kain penutup pundaknya, beliau dan para Sahabatnya." (HR Bukhari)


Anjuran Rasulullah untuk memakai kain ihram berwarna putih didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas juga:


اِلْبَسُوْا مِنْ ثِيَابِكُمْ الْبَيَاضَ فَإِنَّهَا مِنْ خَيْرِ ثِيَابِكُمْ وَ كَفِّنُوْا فِيْهَا مَوْتَكُمْ


Artinya: "Pakailah pakaianmu yang berwarna putih, karena sesungguhnya itulah sebaik-baik pakaianmu, dan kafanilah padanya mayat-mayat kamu." (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, & Ahmad)


4. Membaca talbiyah dengan suara lantang untuk laki-laki, suara pelan untuk perempuan


Nabi SAW bersabda, "Aku didatangi Jibril, lalu ia menyuruhku agar memerintahkan para Sahabatku untuk mengeraskan suara-suara mereka ketika berihlal dan bertalbiyah." (HR Tirmidzi, Abu Dawud, An-Nasa'i & Ibnu Majah)


Ihlal artinya mengeraskan suara ketika mengucapkan talbiyah haji dan umrah. Adapun lafal talbiyah yakni:


لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ


Labbaikallāhumma labbaik labbaika lā syarīka laka labbaika innal-ḥamda wan-ni'mata laka wal-mulka la syarika laka


Artinya: "Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sungguh, segala puji, nikmat, dan segala kekuasaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu."


5. Bertahmid, bertasbih, dan bertakbir sebelum berihlal

Dari Anas bin Malik RA,


صَلَّى رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ ونَحْنُ معهُ بالمَدِينَةِ الظُّهْرَ أَرْبَعًا، والعَصْرَ بذِي الحُلَيْفَةِ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ بَاتَ بهَا حتَّى أَصْبَحَ، ثُمَّ رَكِبَ حتَّى اسْتَوَتْ به علَى البَيْدَاءِ، حَمِدَ اللَّهَ وسَبَّحَ وكَبَّرَ، ثُمَّ أَهَلَّ بحَجٍّ وعُمْرَةٍ


Artinya: "Rasulullah melaksanakan shalat Zhuhur di Madinah empat rakaat, sedang kami bersama beliau. Kemudian, shalat 'Ashar di Dzul Hulaifah dua rakaat, lalu beliau tidur di sana hingga keesokan harinya. Setelah itu, beliau mengendarai (untanya) hingga setelah berada di padang pasir terbuka, beliau memuji Allah, bertasbih dan bertakbir, lalu beliau mengangkat suaranya untuk berihram haji dan umrah." (HR Bukhari & Muslim).



Simak Video "Jokowi: Biaya Haji Masih Kajian, Belum Final Sudah Ramai"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)