Vaksin Meningitis Umrah Tak Lagi Diwajibkan, Ini Isi Surat Edaran Terbarunya

Vaksin Meningitis Umrah Tak Lagi Diwajibkan, Ini Isi Surat Edaran Terbarunya

Rahma Harbani - detikHikmah
Senin, 14 Nov 2022 16:15 WIB
Umat Islam berdoa di depan Kabah saat mengikuti ibadah umroh di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Rabu (26/10/2022). Ibadah umroh merupakan ibadah ziarah ke kota Mekkah dengan melaksanakan beberapa amalan mulai dari niat atau ihram, tawaf, sai hingga diakhiri dengan memotong rambut atau tahalul. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nym.
Ilustrasi. Ini isi surat edaran tentang tak lagi diwajibkan vaksin meningitis untuk umrah. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan surat edaran (SE) guna menegaskan aturan terkait persyaratan vaksin meningitis untuk keberangkatan jemaah haji dan umrah. Surat tersebut diteken langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha.

Surat edaran itu bernomor: HK.02.02/C.I/9325/2022 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Meningitis bagi Jamaah Haji dan Umrah. SE ditandatangani Jumat (11/11/2022).

Isi surat edaran itu salah satunya melonggarkan kewajiban syarat vaksinasi meningitis yang sebelumnya diwajibkan bagi jemaah yang datang ke Arab Saudi dengan visa umrah. Aturan tersebut sebagai bentuk respons dari regulasi yang diterbitkan otoritas Arab Saudi melalui diplomatik Kedutaan Kerajaan Arab Saudi tanggal 7 November 2022 dan surat dari Kementerian Luar Negeri nomor 211-1246.

"Pelaksanaan vaksinasi internasional merupakan salah satu upaya pemerintah memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui upaya pencegahan dan pengendalian terhadap penyakit tertentu pada situasi tertentu," demikian surat edaran tersebut.

"Pelaksanaan vaksinasi internasional juga dilakukan berdasarkan permintaan dari negara tujuan pelaku perjalanan dengan pertimbangan tertentu," lanjut bunyi surat edaran itu.

Meski demikian, vaksinasi meningitis masih sangat direkomendasikan bagi jemaah umrah pengidap komorbid. Berikut isi lengkap surat edaran terbaru terkait persyaratan vaksin meningitis jemaah haji dan umrah di Indonesia.

Surat Edaran Kemenkes Terbaru: Umrah Tak Perlu Syarat Vaksin Meningitis

Mengingat ketentuan:

1. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1984 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3273);

2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);

3. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 128, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6236);

4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 559);

5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pelayanan dan Penerbitan Sertifikat Vaksinasi Internasional (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 942)

Sehubungan dengan hal tersebut, dengan ini disampaikan bahwa:

1. Vaksinasi Meningitis Meningokokus merupakan suatu keharusan bagi mereka yang datang ke Arab Saudi dengan menggunakan visa haji dan tidak menjadi keharusan bagi mereka yang datang menggunakan visa umrah.

Bagi jemaah umrah yang tetap ingin melaksanan vaksinasi Meningitis Meningokokus sebagai upaya perlindungan kesehatan tetap dapat melakukan pelaksanaan vaksinasi di fasilitas kesehatan yang menyelenggarakan layanan vaksinasi internasional.

2. Untuk jemaah umrah yang memiliki komorbid, sangat direkomendasikan untuk melaksanakan vaksinasi Meningitis Meningokokus dan vaksinasi lainnya di fasilitas kesehatan yang menyelenggarakan layanan vaksinasi internasional.

3. Khusus kepada:

a. Dinas Kesehatan Daerah Provinsi:

1) melaksanakan sosialisasi kepada penyelenggara ibadah haji dan umrah serta jemaah mengenai kebijakan vaksinasi Meningitis Meningokokus; dan

2) melaksanakan koordinasi pelaksanaan surveilans pada kejadian penyakit Meningitis Meningokokus dengan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/Kota dan Kantor Kesehatan Pelabuhan.

b. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/Kota:

1) melaksanakan sosialisasi kepada penyelenggara ibadah haji dan umrah serta jemaah mengenai kebijakan vaksinasi Meningitis Meningokokus;

2) melaksanakan pengawasan kepada jamaah haji dan umrah sebelum keberangkatan dan setelah kepulangan; dan

3) melaksanakan surveilans pada kejadian penyakit Meningitis Meningokokus dan berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan.

c. Kantor Kesehatan Pelabuhan:

1) melaksanakan sosialisasi kepada penyelenggara ibadah haji dan umrah serta jemaah mengenai kebijakan vaksinasi Meningitis Meningokokus;

2) melaksanakan pembinaan kepada fasilitas kesehatan yang memberikan layanan vaksinasi internasional pada wilayah kerjanya; dan

3) melaksanakan pengawasan terhadap jemaah umrah saat kepulangan dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/Kota.

Demikian Surat Edaran ini disampaikan untuk dapat dilaksanakan sebagaimana
mestinya.

Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 11 November 2022
Sekretaris Jenderal
Kementerian Kesehatan,

ttd.

Kunta Wibawa Dasa Nugraha

Simak Video "Kemenag soal Pria Sulsel Lecehkan Jemaah Umrah: Ada Saksi-CCTV"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)