Arti Haji Ifrad dan Tata Cara Pelaksanaannya

Arti Haji Ifrad dan Tata Cara Pelaksanaannya

Kristina - detikHikmah
Senin, 14 Nov 2022 14:00 WIB
Mecca Kaaba
Ilustrasi haji ifrad dan tata cara pelaksanaannya. Foto: Getty Images/iStockphoto/prmustafa
Jakarta - Salah satu jenis ibadah haji yang dilakukan umat Islam adalah haji ifrad. Ibadah ini menjadi satu-satunya bentuk haji yang tidak mewajibkan denda.

Muhammad Jawad Mughniyah dalam Al-Fiqh 'ala al-madzahib al-khamsah mengatakan, para ulama mazhab sepakat bahwa haji ada tiga macam, yaitu tamattu', qiran, dan ifrad. Perbedaan ketiga jenis haji ini terletak pada cara pelaksanaannya.

Apa Itu Haji Ifrad?

Menurut Ensiklopedia Fikih Indonesia 6: Haji dan Umrah karya Ahmad Sarwat, kata ifrad adalah bentuk mashdar dari akar kata afrada yang artinya menjadikan sesuatu itu sendirian atau memisahkan sesuatu yang bergabung menjadi sendiri-sendiri.

Adapun dalam istilah ibadah haji, terang Ahmad Sarwat, haji ifrad adalah memisahkan antara ritual ibadah haji dari ibadah umrah, sehingga ibadah haji yang dikerjakan tidak bersamaan dengan ibadah umrah.

"Sederhananya, orang yang berhaji dengan cara ifrad adalah orang yang hanya mengerjakan ibadah haji saja tanpa ibadah umrah," terang Ahmad Sarwat.

Selain itu, haji ifrad adalah satu-satunya bentuk haji yang tidak mewajibkan denda atau dam dalam bentuk penyembelihan kambing. Hal ini ini berbeda dengan haji tamattu' dan qiran yang mewajibkan denda.

Dalil pelaksanaan haji ifrad berlandaskan pada hadits yang berasal dari 'Aisyah RA, ia berkata,

"Kami keluar bersama Rasulullah SAW pada tahun ketika beliau melaksanakan haji Wada'. Di antara kami ada yang berihram untuk umrah, berihram untuk umrah dan haji (haji qiran), dan ada pula yang berihram untuk melaksanakan haji saja. Sementara Rasulullah berihram untuk haji. Adapun yang berihram untuk haji atau yang berihram dengan menggabungkan antara haji dan umrah, maka mereka tidak bertahallul hingga pada hari Nahar (tanggal 10 Zulhijah)." (HR Bukhari dan Muslim)

Tata Cara Haji Ifrad

Tata cara melaksanakan haji ifrad adalah melakukan haji terlebih dahulu. Setelah selesai dari amalan-amalan haji, baru dilanjutkan ihram untuk umrah dan mengerjakan amalan-amalan umrah. Dengan kata lain, setelah selesai haji baru melaksanakan umrah.

Selain itu, seorang yang melaksanakan haji ifrad hanya melakukan satu tawaf saja, yaitu tawaf ifadhah. Adapun tawaf lainnya, seperti tawaf qudum dan tawaf wada tidak diperlukan. Demikian menurut pendapat Ahmad Sarwat dalam Ensiklopedia Fikih Indonesia 6: Haji dan Umrah.

Mengutip Fiqh As-Sunnah Jilid 3 karya Sayyid Sabiq, orang yang memilih haji ifrad ketika talbiyah mengucapkan lafaz,

Labbaika bi-hajjin

Artinya: "Aku memenuhi panggilan-Mu untuk haji."

Ulama mazhab Syafi'iyah berpendapat, haji ifrad dan haji tamattu' lebih utama daripada haji qiran. Sebab, menurut mereka, orang yang memilih haji ifrad atau haji tamattu' melaksanakan ibadah haji dan umrah secara sempurna.

Simak Video "Menag Soal Rencana Perjalanan Haji 2023: Kloter I Tanggal 24 Mei"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)