12 Larangan Haji dan Umrah setelah Berihram

12 Larangan Haji dan Umrah setelah Berihram

Kristina - detikHikmah
Kamis, 03 Nov 2022 14:10 WIB
Muslim pilgrims, from all around the World, revolving around the Kaaba at night during Hajj in Saudi Arabia
Ilustrasi larangan dalam haji dan umrah setelah ihram. Foto: Getty Images/iStockphoto/Aviator70
Jakarta -

Haji dan umrah adalah ibadah yang dilakukan di Tanah Suci. Ada sejumlah larangan dalam ibadah haji dan umrah yang harus dihindari, terutama setelah berihram.

Perintah melaksanakan haji dan umrah termaktub dalam Al-Qur'an surah Al Baqarah ayat 196. Allah SWT berfirman,

وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰ

Artinya: "Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah..."

Kemudian, dalam surah Al Baqarah ayat 158 Allah SWT juga berfirman,

۞ اِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِ ۚ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ اَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ اَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِمَا ۗ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًاۙ فَاِنَّ اللّٰهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ ١٥٨

Artinya: "Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka, siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri, lagi Maha Mengetahui."

Larangan Haji dan Umrah

Secara umum ada tiga jenis larangan haji dan umrah. Mengutip buku Panduan Doa-Dzikir Haji & Umrah karya Deden Hafid Usman dkk, ketiga larangan tersebut antara lain larangan yang membatalkan haji dan umrah, larangan yang tidak membatalkan haji dan umrah tetapi wajib membayar dam (denda), dan larangan yang tidak membatalkan haji dan umrah tetapi menggugurkan pahala keduanya.

Berikut larangan haji dan umrah selengkapnya,

  • Larangan yang membatalkan haji dan umrah:

1. Sengaja meninggalkan rukun haji dan umrah
2. Bersetubuh dengan istri

  • Larangan yang tidak membatalkan haji dan umrah, tetapi wajib membayar denda:

1. Memakai pakaian yang berjahit bagi laki-laki
2. Memotong atau mencabut rambut atau bulu-bulu
3. Memotong kuku
4. Memakai wangi-wangian
5. Membunuh binatang buruan atau menyakitinya, kecuali binatang yang membahayakan.

  • Larangan yang tidak membatalkan haji dan umrah, tetapi menggugurkan pahala haji dan umrah:

1. Bercumbu rayu
2. Berbuat fasik
3. Berdebat
4. Berkelahi
5. Mengeluarkan kata-kata kotor dan sejenisnya

Dijelaskan dalam buku Peta Perjalanan Haji dan Umrah edisi terbaru karya Gus Arifin, larangan berbuat fasik dalam haji dan umrah artinya melakukan segala bentuk kemaksiatan. Ini merupakan pendapat Ibnu Abbas, 'Atha, Hasan al-Bashri, dan Ibnu 'Umar.

Sementara itu, sebagian ulama berpendapat fasik adalah berbuat maksiat sewaktu ihram, seperti berburu, memotong kuku, mencukur rambut, dan larangan-larangan ihram lainnya.

Dalam pendapat lain, Gus Arifin menyebut dalam buku Ensiklopedia Fiqih Haji & Umrah, secara garis besar ada enam larangan haji dan umrah setelah ihram. Berikut di antaranya:

  • Larangan memakai kain berjahit.
  • Larangan berhias termasuk memakai wewangian, memotong bulu, memotong kuku, dan hal lainnya yang berkaitan dengan memperindah tubuh.
  • Larangan memakai minyak wangi, termasuk minyak untuk rambut kepala, jenggot, dan anggota badan lainnya.
  • Larangan mencabut bulu badan dan memotong kuku.
  • Larangan yang berkaitan dengan pernikahan, seperti akad pernikahan (menikah atau menikahkan), berhubungan suami istri (jimak), dan meminang.
  • Larangan yang berkaitan dengan berburu atau membunuh binatang buruan.


Simak Video "Menag Soal Rencana Perjalanan Haji 2023: Kloter I Tanggal 24 Mei"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)