Kata AMPHURI soal RI Masih Syaratkan Vaksin Meningitis Meski Dihapus Saudi

Kata AMPHURI soal RI Masih Syaratkan Vaksin Meningitis Meski Dihapus Saudi

Rahma Harbani - detikHikmah
Jumat, 28 Okt 2022 18:45 WIB
Amphuri
Rombongan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia atau AMPHURI. (Foto: Dok AMPHURI)
Jakarta - Pemerintah Arab Saudi sudah memberi lampu hijau soal pencabutan syarat vaksinasi meningitis dalam perjalanan umrah jemaah haji Indonesia. Namun, pemberlakuan vaksinasi meningitis sebagai prasyarat jemaah umrah masih berlaku di Indonesia. AMPHURI (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia) pun buka suara mengenai hal ini.

Menurut Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) AMPHURI Firman M Nur, kelonggaran dari Arab Saudi tersebut merupakan kabar gembira bagi jemaah Indonesia. Sebab, sejalan pula dengan tujuan Arab Saudi untuk meningkatkan jumlah jemaah dan kedatangan pengunjung pariwisata.

"Salah satu yang paling kita butuhkan menjadi kabar, dihilangkannya kewajiban vaksinasi meningitis dan COVID, dua vaksinasi itu. Itu pertemuan dengan menteri (Menag) disampaikan (oleh Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi)," kata dia kepada detikHikmah, Rabu (26/10/2022).

"Pernyataan resmi dari beliau (Menteri Arab Saudi), saat ini, Saudi Arabia membuka diri menuju kedatangan jemaah dan pariwisata. Untuk itu mereka membatalkan atau menghapus berapa persyaratannya," sambung dia lagi.

Meski demikian, menurut Firman, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih bersikeras mengatakan bahwa regulasi baru dari Arab Saudi belum dalam bentuk ketentuan resmi. Ia pun mengatakan, permasalahan ini dapat menjadi catatan bagi Kemenkes.

"Saya kira ini naif sekali, mohon maaf, naif sekali Indonesia. Saya kira tidak menghargai seorang menteri negara lain yang menyampaikan keperluan negaranya. Negara kita secara resmi kemudian tidak direspons secara positif," tutur dia.

Belum lagi, berdasarkan penuturan Firman, kelangkaan vaksin meningitis yang ada di Indonesia menjadi salah satu penyebab tertundanya keberangkatan ribuaan jemaah umrah.

AMPHURI Sudah Bersurat ke Kedutaan Saudi

Firman mengungkapkan, dirinya sempat melakukan pertemuan dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah, khususnya membahas soal penghapusan syarat vaksinasi meningitis. Ia bahkan mengakui, pihaknya sudah meminta official letter pada Arab Saudi agar kebijakan tersebut tidak menjadi polemik di Indonesia.

"Saya selaku ketua umum AMPHURI dapat bertemu dengan menteri (Haji dan Umrah Arab Saudi) dan saya kembali menegaskan tentang hal ini, bahkan meminta official letter," kata dia.

Berdasarkan keterangan Firman, pemerintah Arab Saudi merespons positif permintaannya tersebut hingga meminta AMPHURI untuk bersurat dengan Kedutaan Besar Saudi Arabia (KBSA) agar dapat direspons secara resmi oleh pihak kedutaan.

"Kami mengatakan minta surat itu (official letter) dan insya Allah AMPHURI sudah bersurat kepada kedutaan dan akan dikeluarkan surat dalam bentuk surat official oleh Kedutaan Saudi Arabia," ungkap Firman.

"Jadi ada hal yang selama ini memberatkan jemaah, yang selalu menjadi polemik diskusi dari jemaah baik tentang kehalalannya, kesehatannya, segala macam sudah tidak diwajibkan. Nah ini menjadi hal yang positif," sambung dia lagi.

Kemenag Pastikan Segera Koordinasi dengan Kemenkes

Ditemui terpisah, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief menyebut, regulasi yang berlaku di Indonesia masih mengacu pada panduan yang sudah diterbitkan Kemenkes sebelumnya. Meski demikian, Hilman berjanji akan segera berkoordinasi dengan Kemenkes menyoal regulasi terbaru dari Arab Saudi tersebut.

"Insya Allah kami dengan Kementerian Kesehatan akan segera koordinasi," ujar Hilman saat ditemui di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (26/10/2022).

Untuk penetapan regulasi di Indonesia, kata Hilman, membutuhkan kerja sama antarlembaga. Belum lagi, masih ada beberapa hal yang dipertimbangkan sebelum dibuat keputusan pastinya.

"Di satu sisi kita ingin melindungi jemaah bahwa mereka itu diberikan kemudahan. Di sisi yang lain juga kesehatan (jemaah) harus diproteksi 'kan. Jadi kita ingin masuk ke isu yang bukan hanya tidak ada (syarat) vaksin atau ada (syarat) vaksin," terangnya.

Berdasarkan penuturan Hilman, Kemenkes juga tengah mempelajari situasi saat ini, khususnya dalam melindungi seluruh jemaah Indonesia.

Sebagai https://www.detik.com//hikmah/haji-dan-umrah/d-6375045/kata-amphuri-soal-ri-masih-syaratkan-vaksin-meningitis-meski-dihapus-saudi, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah mengabarkan bahwa tidak ada lagi syarat-syarat yang mengikat soal kesehatan bagi jemaah umrah. Termasuk soal membebaskan syarat vaksin meningitis jemaah.

"Yang terkait tentang jemaah umrah, tidak ada ikatan syarat-syarat kesehatan. Semua diterima untuk bisa datang ke Arab Saudi," terangnya usai berdiskusi dengan Menteri Agama (Menag) Yaqut, Senin (24/10/2022).

Simak Video "Isu Penting Persiapan Haji Pasca Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)