Studi: Kecepatan Merespons Percakapan & Kedekatan dengan Seseorang Saling Terkait

Studi: Kecepatan Merespons Percakapan & Kedekatan dengan Seseorang Saling Terkait

Devita Savitri - detikEdu
Kamis, 26 Jan 2023 09:30 WIB
Womens hand typing on mobile smartphone, Live Chat Chatting on application Communication Digital Web and social network Concept. Work from home.
Foto: Getty Images/iStockphoto/oatawa/Studi: Kecepatan Merespons Percakapan & Kedekatan dengan Seseorang Saling Terkait
Jakarta -

Sebuah studi baru yang dilakukan oleh Templeton bersama rekannya (2022) mengungkapkan tentang aspek percakapan yang memengaruhi perasaan pasangan dengan kecepatan waktu merespons.

Penelitian ini akhirnya disampaikan kembali oleh Madeleine A. Fugere, Ph.D yakni seorang Profesor Psikologi Sosial di Eastern Connecticut State University dilansir melalui laman Psychology Today.

Hasil penelitian itu menyatakan bila merespons percakapan dalam waktu yang singkat yakni sekitar 200 detik, individu akan merasa dekat dan terhubung satu sama lain.

Menariknya, para peneliti berpendapat bahwa kesimpulan ini tetap konsisten meski dibandingkan dengan budaya dan bahasa yang berbeda.

Agar bisa merespons dengan cepat, Templeton menyarankan agar kita bisa memperhatikan apa yang dikatakan pasangan, bersiap untuk menanggapi dan mengkoordinasikan tanggapan ketika pasangan selesai bicara.

Dengan melakukan respons yang cepat, pasangan merasa 'didengar dan dipahami'. Kedua merupakan indikator dalam membangun hubungan karena timbulnya perasaan "cocok" pada orang tersebut.

Proses Penelitian

Dalam penelitiannya, Templeton menjalankan tiga sesi yang menunjukkan hubungan antara waktu respons percakapan yang cepat dengan tumbuhnya perasaan dekat.

Pada sesi pertama, peserta akan berinteraksi dengan orang asing dan akan mengevaluasi perasaan kedekatan mereka selama percakapan.

Hasilnya, para peserta melaporkan lebih menikmati percepatan dan merasa lebih dekat dengan lawan bicara ketika mereka merespons lebih cepat selama percakapan.

Selanjutnya pada sesi kedua, peserta diminta untuk datang ke tempat penelitian bersama dengan tiga orang teman dekat. Sekali lagi para peneliti menemukan teman yang menanggapi percakapan lebih cepat juga mengarahkan peserta memiliki kedekatan sosial yang lebih kuat.

Menariknya perasaan kedekatan bisa timbul berkaitan dengan respons yang lebih cepat dari pasangannya dibandingkan respons dari diri sendiri.

Dengan demikian, para peneliti menyimpulkan bila "tingkat seseorang menikmati percakapan dan merasa terhubung dengan pasangannya bisa diprediksi dengan seberapa cepat pasangan menanggapi mereka dibandingkan sebaliknya".

Karena penelitian pada sesi 1 dan 2 bersifat korelasional, dengan demikian para peneliti melakukan satu percobaan.

Mereka akan memilih satu klip audio saat sesi 1 berlangsung dan secara eksperimental memanipulasi percakapan tersebut. Tujuannya agar mencerminkan waktu respons percakapan yang lebih pendek, lebih lama dan tidak dimanipulasi.

Percobaan ini diikuti oleh peserta yang tidak terlibat dalam percakapan asli dan menilai berapa enak didengar dan apa yang mereka rasakan ketika percakapan terjadi.

Hasilnya masih sama, yakni waktu respons yang cepat dinilai lebih menyenangkan dan cepat terhubung dibandingkan dengan respons yang lambat karena dinilai kurang menyenangkan.

Kesimpulan

Dengan demikian, para peneliti menyimpulkan bila menanggapi pasangan dengan cepat selama percakapan dapat meningkatkan perasaan hubungan sosial dan kenikmatan percakapan. Bahkan bila percakapan itu terjadi antara teman ataupun orang asing.

Untuk itu, peneliti menyarankan bahwa detikers bisa menanggapi pesan atau percakapan seseorang secepat mungkin. Hal tersebut menandakan bila detikers sedang mendengarkan secara aktif.

Karena pada dasarnya perbedaan antara respons cepat dan lambat sangatlah kecil yakni kurang dari 250 detik. Peneliti juga berpendapat kemungkinan cepat dalam merespons dapat dikontrol secara sadar.

Oleh karena itu, waktu merespons yang cepat dalam percakapan kemungkinan besar dapat membongkar keadaan asli dari hubungan emosional di antara pasangan.

Nah itulah penjelasan tentang hubungan kecepatan waktu merespons percakapan dengan perasaan pasangan. Hal ini mungkin bisa detikers terapkan dalam membangun hubungan sosial dengan pasangan ataupun teman. Semoga bermanfaat ya detikers!



Simak Video "Studi Terbaru Ungkap Perkiraan Jumlah Semut di Bumi"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia