Batuan Metamorf: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Manfaatnya

Batuan Metamorf: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Manfaatnya

Putri Tiah - detikEdu
Kamis, 26 Jan 2023 06:30 WIB
Pengusaha Tuluangagung kirimi Kaesang kado pernikahan wastafel marmer
Foto: Dok. Pribadi Dewangga Anoraga/marmer, contoh batuan metamorf kontak
Jakarta -

Batuan metamorf atau batuan malihan adalah batuan beku atau batuan sedimen yang mengalami perubahan akibat pengaruh fisis dalam jangka waktu yang lama. Pengaruh fisis tersebut dapat berupa suhu dan tekanan yang sangat tinggi sehingga mengakibatkan struktur partikel-partikel penyusun batu berubah.

Selain itu, perubahan kadang diikuti dengan penyusupan partikel-partikel zat yang lain, demikian dikutip di buku IPA Fisika Jilid 3 oleh Mikrajuddin.

Berdasarkan proses terbentuknya, batuan metamorf dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu batuan metamorf kontak, batuan metamorf dinamo, dan batuan metamorf pneumatolitis. Adapun penjelasan lengkap tentang jenis-jenis batuan metamorf beserta contohnya, sebagaimana dikutip Geografi SMA Kelas X oleh Yusman Hestiyanto, SSi dan buku Geografi: Membuka Cakrawala Dunia oleh Bambang Utoyo, sebagai berikut:

Jenis dan Contoh Batuan Metamorf

1. Batuan Metamorf Kontak

Batuan metamorf kontak adalah batuan yang berubah karena pengaruh suhu yang tinggi. Suhu sangat tinggi disebabkan karena letaknya dekat dengan magma, antara lain di sekitar batuan intrusi. Contohnya batolit, stock, lakolit, sill, dan dike.

Luas zona metamorfosis di sekitar batolit dapat mencapai puluhan kilometer persegi, di sekitar stock bisa sampai ribuan meter persegi, namun di sekitar sill dan dike zona metamorfosis tersebut tidak begitu jelas.

Pada zona metamorfosis banyak dijumpai mineral-mineral bahan galian yang letaknya cenderung teratur menurut jauhnya dari batuan intrusi. Makin jauh dari intrusi makin berkurang derajat metamorfosisnya karena temperaturnya makin rendah.

Mineral-mineral bahan galian yang terjadi melalui proses metamorfosis antara lain besi, timah, tembaga, dan zink (seng) dihasilkan dari batuan limestone dan calcareous shale.

Contoh lain batuan metamorf kontak antara lain adalah batu marmer (berasal dari batuan sedimen, yaitu batu kapur) di Tulungagung, Jawa Timur, dan batu bara di Bukit Asam, Sumatra.

2. Batuan Metamorf Dinamo (Metamorf Kinetis)

Batuan metamorf dinamo adalah batuan yang berubah karena pengaruh tekanan yang sangat tinggi, dalam waktu yang sangat lama, dan dihasilkan dari proses pembentukan kulit bumi oleh tenaga endogen.

Adanya tekanan dari arah yang berlawanan menyebabkan butir-butir mineral menjadi pipih dan ada yang mengkristal kembali. Contohnya, batu lumpur (mudstone) menjadi batu tulis (slate).

Contoh lain batuan metamorf dinamo, yakni batu sabak yang terbentuk dari sedimen tanah liat yang luas dan tertimbun batuan di atasnya dalam waktu lama. Akibat tekanan dalam waktu dalam waktu lama dari timbunan tersebut, sedikit-demi sedikit berubah menjadi batu sabak.

Jenis batuan metamorf dinamo banyak dijumpai di daerah-daerah patahan dan lipatan yang tersebar di seluruh dunia.

3. Batuan Metamorf Pneumatolitis Kontak

Batuan metamorf pneumatolitis kontak adalah batuan yang berubah karena pengaruh gas-gas dari magma. Contohnya, kuarsa dengan gas borium berubah menjadi turmalin (sejenis permata) dan kuarsa dengan gas fluorium berubah menjadi topaz (permata berwarna kuning).

Manfaat Batuan Metamorf

Batuan metamorf merupakan salah satu dari beberapa jenis batu yang sering dimanfaatkan untuk berbagai jenis kebutuhan manusia, mulai dari untuk kebutuhan bangunan, dekorasi, sampai aksesoris. Berikut beberapa manfaat dari batuan metamorf, sebagaimana dilansir dari situs Kemendikbud, di antaranya:

1. Pualam

Dimanfaatkan menjadi meja, asbak, guci, dan lain sebagainya

2. Kuarsa

Sebagai pembuatan kaca, keramik, dan batu perhiasan

3. Sabak

Sebagai bahan campuran semen, papan tulis, panel instrumen listrik, dan pada zaman dahulu digunakan sebagai pengganti buku.

4. Sekis (Schist)

Sebagai sumber mika yang utama. Mika ini merupakan salah satu komponen penting dalam pembuatan kondensator dan kapasitor dalam industri elektronika.

5. Filit

Sebagai bahan isolator/isolasi elektrik dan bahan bangunan. Batuan filit merupakan bahan isolator yang baik dan tahan terhadap api. Sebagai bahan bagunan, biasanya batu filit digunakan sebagai bahan interior dan exterior untuk lantai dan dinding serta untuk bahan atap.

6. Batu Genes (Gneiss)

Batu yang berasal dari batuan pluto granit yang mengalami metamorfosis karena panas dan tekanan. Batu genes (gneiss) dimanfaatkan untuk membuat barang kerajinan seperti asbak, jambangan bunga, dan patung.

7. Batu Marmer

Batu marmer biasanya digunakan untuk membuat meja, papan nama, batu nisan, dan pelapis dinding bangunan atau lantai.

Itulah detikers, pembahasan mengenai batuan metamorf mulai dari pengertian, jenis, dan juga contohnya. Semoga bisa menambah wawasan.



Simak Video "6 Orang Tewas Akibat Ledakan Tambang Batu Bara di Sawahlunto"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia