Motif Ekonomi: Pengertian, Tujuan, Bentuk, serta Contohnya

Motif Ekonomi: Pengertian, Tujuan, Bentuk, serta Contohnya

Putri Tiah Hadi Kusuma - detikEdu
Rabu, 25 Jan 2023 15:00 WIB
ilustrasi pasar
Pengertian, tujuan, bentuk, dan contoh motif ekonomi. Foto: Getty Images/iStockphoto/Mekhamer
Jakarta -

Istilah motif berasal dari bahasa Inggris motive, yang berarti dorongan. Maka secara sederhana, dorongan atau alasan yang membuat orang mau melakukan tindakan ekonomi disebut motif ekonomi.

Setiap tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang pasti ada sesuatu yang mendorongnya. Seperti halnya orang yang bersekolah, tidak mungkin ia pergi ke sekolah tidak jika tidak ada dorongan.

Dorongan pergi ke sekolah bisa jadi karena disuruh orang tua, ingin bertemu teman-teman atau guru, benar-benar ingin belajar, atau hal-hal lainnya.

Begitu pun juga dalam kegiatan ekonomi. Semua kegiatan ekonomi tidak terlaksana begitu saja, tetapi ada sesuatu yang mendorongnya. Kekuatan yang berasal dari dalam diri yang mampu mendorong orang melakukan tindakan atau kegiatan tersebut disebut motif ekonomi.

Lalu, seperti apa bentuk-bentuk motif ekonomi itu? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Motif Ekonomi

Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial Ekonomi untuk SMP dan MTs Kelas VII oleh Deliarnov, motif ekonomi adalah suatu daya atau kekuatan yang mampu mendorong atau menggerakkan orang untuk melakukan berbagai tindakan atau kegiatan ekonomi.

Motif ekonomi adalah dorongan untuk melakukan tindakan ekonomi dalam rangka mencapai kemakmuran, seperti dikutip dari laman Kemdikbud.

Contohnya, seorang kepala keluarga yang bekerja keras membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya dan untuk mencapai kemakmuran.

Tujuan Motif Ekonomi

Tujuan motif ekonomi terbagi menjadi dua, yakni tujuan individu dan organisasi. Motif individu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan serta meningkatkan taraf hidup, memperoleh keuntungan, memperoleh penghargaan, dan memperoleh kekuasaan serta motif sosial.

Sedangkan motif organisasi bertujuan untuk memproduksi barang atau jasa, mencari keuntungan, dan menjaga kontinuitas, dikutip dari buku Pengantar Ilmu Ekonomi (Teori dan Konsep) oleh Roeskani Sinaga, dkk.

Macam-macam Bentuk Motif Ekonomi

Berikut beberapa macam motif ekonomi serta contohnya, sebagaimana dikutip di buku Pelajaran Ekonomi SMP Kelas 1 oleh Drs. Bambang Prishardoyo, M.Si dan IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah) oleh Nana Supriatna:

1. Motif untuk Memenuhi Kebutuhan dalam Rangka Mencapai Kemakmuran

Setiap orang yang bekerja keras umumnya bertujuan agar semua kebutuhannya dapat terpenuhi. Oleh karena itu, ia merasa terdorong untuk senantiasa bekerja keras dengan menggunakan kemampuan dan keahlian yang dimilikinya. Apabila semua kebutuhannya telah terpenuhi, manusia dapat mencapai kemakmuran hidupnya.

Dalam keadaan makmur, individu dapat memenuhi kebutuhan makanan yang bergizi, tempat tinggal yang layak, pendidikan yang tinggi, dan pengembangan teknologi yang berkelanjutan.

Dengan kata lain, kemakmuran yang diidamkan oleh seseorang adalah kehidupannya yang terjamin, baik yang menyangkut kesejahteraan jasmani maupun ketentraman rohani.

Contohnya, orang akan makan agar badannya sehat sehingga tidak mudah terserang penyakit, berobat ke dokter di waktu sakit agar cepat sembuh, dan seorang petani yang bekerja keras agar hasil panennya berhasil sehingga dapat memenuhi kebutuhan keluarganya.

2. Motif Memperoleh Laba/Keuntungan

Seorang pedagang maupun pengusaha melakukan kegiatan ekonomi karena didorong oleh adanya motif untuk memperoleh laba atau keuntungan semaksimal mungkin.

Contohnya, pedagang pakaian yang menawarkan barang dagangannya kepada calon pembeli agar merasa tertarik dan dengan pelayanan dan kualitas yang baik, serta menarik simpati calon pembeli agar merasa tertarik dan mau membeli dagangannya.

Jika calon pembeli bersedia, berarti sebagian uang yang diterima itu adalah laba (keuntungan). Uang yang diterima akan digunakan untuk membeli pakaian kembali dan akan dijual kembali. Hal ini berarti pedagang tersebut ingin memperoleh laba yang banyak.

Begitu pun juga dengan seorang pengusaha, pengusaha tersebut akan memproduksi barang atau jasa tertentu dengan biaya tertentu dijual kepada konsumennya dengan harga yang lebih tinggi dari biaya yang dikeluarkan. Selisih biaya yang dikeluarkan dengan harga penjualannya kepada konsumen disebut laba.

Dengan demikian, baik pedagang maupun pengusaha akan melakukan tindakan ekonomi, yaitu membuat barang atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, dengan kualitas terbaik, menarik, giat promosi, dan mendistribusikan barangnya ke konsumen dalam rangka memperoleh laba.

3. Motif untuk Mendapatkan Kekuasaan di Bidang Ekonomi

Seorang pelaku bisnis besar yang memiliki banyak bidang, baik di bidang makanan, obat-obatan, sampo, otomotif, dan lainnya. Tujuannya agar dapat menguasai bidang usaha seorang diri (monopoli) dari industri hulu sampai hilir.

Contohnya, Samsung tidak hanya menjual handphone. Perusahaan asal Korea Selatan ini juga menjual barang elektronik rumah tangga seperti kulkas, mesin cuci, air conditioner (AC), TV, dan lain sebagainya. Contoh lainnya yaitu merebaknya minimarket seperti Alfamart dan Indomaret.

4. Motif untuk Memperoleh Penghargaan

Ada beberapa kalangan masyarakat yang melakukan kegiatan konsumsi bukan untuk tujuan memenuhi kebutuhan yang sewajarnya, melainkan untuk menunjukkan barang-barang yang dimilikinya.

Aktivitas tersebut dilakukan dengan tujuan untuk pamer, serta menunjukkan gengsi (prestige) dan harga diri. Istilah ini dalam ekonomi disebut dengan demonstration effect, yakni perilaku yang didasari motif untuk memperoleh penghargaan. Contohnya, seseorang yang kaya selalu berkendaraan mobil mewah agar terlihat oleh orang-orang di sekitarnya.

5. Motif untuk Dapat Berbuat Sosial

Ada kalanya seseorang melakukan kegiatan ekonomi bukan untuk mencapai kemakmurannya, tetapi untuk tujuan sosial atau menolong orang lain (nonprofit).

Contohnya, ada perusahaan yang dengan giat berusaha mengembangkan perusahaannya agar menyerap tenaga kerja yang banyak dan mengurangi pengangguran. Dengan menyerap tenaga kerja yang banyak, maka orang-orang yang sedang kekurangan dapat memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya

Contoh lainnya adalah pengusaha yang bekerja keras untuk memperoleh keuntungan yang maksimal demi meringankan beban yatim piatu, orang-orang jompo, korban bencana alam, dan korban kebakaran.

Itulah pembahasan mengenai pengertian motif ekonomi, tujuan, bentuk, serta macam-macam bentuk motif ekonomi. Semoga bermanfaat, ya, detikers!



Simak Video "Dukungan Kominfo Perihal Registrasi Sosial Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia