Pengertian Konsiliasi Beserta Manfaat dan Contohnya

Pengertian Konsiliasi Beserta Manfaat dan Contohnya

Putri Tiah Hadi Kusuma - detikEdu
Rabu, 25 Jan 2023 06:00 WIB
Persatuan dalam keberagaman.
Foto: Hannah Busing/Unsplash
Jakarta -

Konsiliasi adalah usaha mempertemukan keinginan pihak yang berselisih untuk mencapai persetujuan dan menyelesaikan perselisihan, demikian definisi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), seperti dikutip di buku Sengketa Bisnis Dan Proses Penyelesaiannya Melalui Jalur Non Litigasi oleh Dr Hj Herniati, SH.

Selain itu, mengutip dari jurnal ilmiah Penyelesaian Secara Konsiliasi Dalam Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Menurut UU No. 2 TAHUN 2004 oleh Tris Widodo, konsiliasi adalah salah satu lembaga penyelesaian perselisihan di luar pengadilan yang melibatkan seorang pihak ketiga atau lebih sebagai penengah yang disebut sebagai konsiliator.

Pemilihan konsiliator sendiri, dipilih berdasarkan daftar nama konsiliator yang dipasang dan diumumkan pada kantor instansi ketenagakerjaan Kabupaten/Kota setempat. Dari daftar tersebut, para pihak dapat memilih dan menyepakati nama konsiliator tertentu yang diberi kepercayaan untuk menyelesaikan perselisihan dengan cara melalui konsiliasi.

Permintaan penyelesaian melalui konsiliasi dilakukan dengan cara mengajukan permohonan penyelesaian secara tertulis kepada konsiliator yang ditunjuk dan disepakati oleh para pihak. Penyelesaian perselisihan melalui konsiliasi yang dilakukan konsiliator yang terdaftar pada kantor instansi ketenagakerjaan Kabupaten/Kota, tertuang dalam pasal 17 dan 18 UU No. 2 Tahun 2004.

Jangka waktu penyelesaian perselisihan melalui konsiliasi ini harus tuntas dalam waktu 30 hari kerja, terhitung sejak menerima permintaan dari salah satu pihak atau pihak yang berperkara dalam satu perusahaan.

Dalam upaya menyelesaikan perselisihan melalui konsiliasi, konsiliator pada dasarnya mengupayakan musyawarah untuk mufakat. Jika dalam perundingan di tingkat konsiliasi ini dicapai kesepakatan para pihak, kesepakatan tersebut selanjutnya dituangkan ke dalam bentuk Perjanjian Bersama yang ditandatangani kedua belah pihak berperkara dan disaksikan oleh konsiliator, yang kemudian ditindaklanjuti dengan mendaftarkan Perjanjian Bersama tersebut pada PHI (Pengadilan Hubungan Industrial) untuk mendapatkan Akta Bukti Pendaftaran.

Manfaat Akta Bukti Pendaftaran tersebut, adalah sebagai dasar bagi salah satu hak untuk mengajukan permohonan eksekusi kepada PHI jika ternyata pihak lain tidak menempati/melaksanakan Perjanjian Bersama tersebut. Sebaliknya, apabila tidak terjadi kesepakatan, maka pihak yang merasa kurang puas atau tidak sesuai dengan tuntutannya dapat mengajukan surat gugatan ke PHI.

Manfaat Konsiliasi

Berikut beberapa manfaat dari konsiliasi, seperti dikutip di Buku Ajar Penyelesaian Sengketa Alternatif oleh Fakultas Hukum Universitas Udayana, antara lain:

1. Peluang Menyelesaikan Sengketa secara Damai

Penyelesaian perselisihan lewat konsiliasi biasanya memiliki peluang diselesaikan dengan cara damai atau kekeluargaan. Ini dikarenakan proses penyelesaian perselisihannya tidak melalui pengadilan.

Di samping itu, apabila pihak yang bersangkutan mencapai kesepakatan, perjanjian perdamaian (Perjanjian Bersama) yang ditandatangani oleh pihak yang bersangkutan merupakan kontrak yang mengikat secara hukum.

Perdamaian dalam pertemuan konsiliasi ini dapat berupa permintaan maaf, perubahan kebijaksanaan dan kebiasaan, memeriksa kembali prosedur kerja, mempekerjakan kembali, ganti rugi uang, dan lain sebagainya.

2. Putusannya Tidak Mengikat

Seorang konsiliator secara aktif memberikan pendapat dan nasihat untuk membantu para pihak yang menyelesaikan sengketa. Namun, para pihak yang bersengketa juga boleh memiliki kebebasan untuk memutuskan atau menolak syarat-syarat penyelesaian sengketa yang diusulkan.

3. Fleksibel

Pertemuan konsiliasi biasanya terdiri dari dua tahap, yaitu tahap tertulis dan tahap lisan. Di tahap pertama, sengketa diuraikan secara tertulis lalu diserahkan kepada badan konsiliasi. Selanjutnya, badan ini akan mendengarkan keterangan lisan dari pihak.

Selain itu, pada tahap kedua, berbagai pihak bisa hadir dalam pertemuan konsiliasi atau juga bisa diwakilkan oleh kuasanya saja.

Contoh Konsiliasi

Dalam hubungan antara pekerja dengan pengusaha tidak selamanya berjalan harmonis, ada kalanya hubungan di antara mereka tidak terjalin komunikasi baik sehingga menimbulkan konflik. Jika konflik di antara pekerja dengan perusahaan tersebut tidak diselesaikan dengan baik, maka akan timbul perselisihan ketenagakerjaan yang sering disebut perselisihan hubungan industrial.

Menurut UU No. 2 Tahun 2004, perselisihan hubungan industrial diartikan sebagai perbedaan pendapat yang mengakibatkan pertentangan antara pengusaha atau gabungan pengusaha dengan pekerja (buruh) atau serikat pekerja (serikat buruh) karena adanya perselisihan kepentingan, perselisihan hak, perselisihan pemutusan hubungan kerja, hingga perselisihan antar serikat pekerja dalam satu perusahaan. Demikian dikutip di jurnal ilmiah Kajian Hukum Atas Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Secara Konsiliasi oleh Rumelda Silalahi.

Upaya penyelesaian konflik dalam perusahaan dapat dilakukan dalam berbagai cara, salah satu di antaranya dengan konsiliasi.

Contoh lain mengenai konsiliasi, sebagaimana dikutip dari buku Sosiologi Hukum oleh Dr Serlika Apriata, yakni konflik antara perserikatan buruh dan perusahaan yang diselesaikan dengan bantuan Kementerian Tenaga Kerja. Walaupun, Kementerian Tenaga Kerja berada di bawah presiden, tetapi kementerian tersebut bersifat otonom dalam membuat kebijakan serta menyelesaikan konflik.

Selain itu, Kementerian Tenaga Kerja layak menjadi lembaga yang melakukan konsolidasi karena kementerian tersebut berada di atas perserikatan buruh dan perusahaan serta mengikat keduanya.

Contoh lain dari konsiliasi yang berada di tingkat internasional, adalah badan konsiliasi yang dibentuk oleh World Bank untuk menyelesaikan sengketa-sengketa modal asing, yaitu ICSID Rules of Procedure for Conciliation Proceeding (Conciliation Rules).

Komisi ini berfungsi untuk menetapkan persyaratan penyelesaian yang diterima oleh para pihak, tetapi putusannya tidak mengikat para pihak, demikian dikutip di buku Hukum Perdagangan Internasional oleh Sukarmi, dkk.

Nah itu pengertian tentang konsiliasi, manfaat, dan contohnya. Semoga bermanfaat detikers!



Simak Video "Warga di Manado Nyaris Bentrok Saat Nobar Piala Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(nwk/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia