Contoh Pelapukan Kimiawi: Pengertian, Jenis, dan Faktor

Contoh Pelapukan Kimiawi: Pengertian, Jenis, dan Faktor

Devita Savitri - detikEdu
Rabu, 25 Jan 2023 06:30 WIB
Gunung Kapur Klapanunggal, Kabupaten Bogor
Contoh pelapukan kimiawi terjadi di pegunungan kapur Foto: (Andi Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pelapukan kimia adalah proses pelapukan massa batuan yang disertai perubahan susunan kimiawi batuan yang lapuk. Pelapukan ini sering juga disebut dekomposisi karena batuan tidak hanya mengalami perubahan fisik, tetapi juga mengalami perubahan komposisi, seperti dikutip dari buku Cakrawala Geografi oleh Munawir, S.Pd.

Pelapukan ini disebabkan oleh air, oksigen, dan karbon dioksida. Salah satunya, air hujan yang mempunyai peran besar dalam melarutkan batuan. Oleh karena itu, pelapukan kimiawi biasanya sering terjadi di daerah tropik atau daerah yang banyak turun hujan, seperti Indonesia.

Jenis Pelapukan Kimiawi

Ada beberapa jenis pelapukan kimia, yaitu oksidasi, karbonasi, hidrasi, serta hidrolisis. Adapun penjelasan mengenai masing-masing jenis pelapukan kimia, sebagaimana dikutip di buku Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta oleh Hartono, sebagai berikut:

1. Oksidasi

Merupakan proses pelapukan yang disebabkan oleh oksigen (O2), baik yang terlarut dalam air maupun pada udara yang cenderung lembab. Suatu batuan yang mengalami, oksidasi, warnanya akan berubah menjadi kecoklatan.

Hal ini terjadi karena yang besi yang terkandung dalam batu akan bereaksi dengan oksigen sehingga menyebabkan bertambahnya ukuran mineral, dan akibatnya batuan yang mengandung besi tersebut akan berkarat dan lapuk.

2. Karbonasi

Proses pelapukan yang disebabkan oleh karbon dioksida (CO2). Reaksi antara CO2 dengan batuan akan menyebabkan batuan menjadi lapuk dan rusak. Karbon dioksida (CO2) dan kalsit (CaCO3) yang bereaksi dengan air (H2O) akan menghasilkan kalsium bikarbonat Ca(HCO3)2.

3. Hidrolisis

Proses penguraian air (H2O) atas unsur-unsurnya menjadi ion-ion positif dan negatif. Jenis proses pelapukan ini terkait dengan pembentukan tanah liat.

4. Hidrasi

Proses pelapukan yang disebabkan oleh penambahan air pada suatu mineral sehingga membentuk mineral yang baru. Hidrasi menyebabkan perubahan struktur mineral, meningkatkan volume, serta menyebabkan mineral lebih lunak dan mudah terdekomposisi.

Faktor Pelapukan Kimia

Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi proses pelapukan kimiawi, seperti dikutip di buku Ilmu Pengetahuan Sosial oleh Waluyo, dkk, di antaranya:

1. Iklim

Unsur iklim yang mempengaruhi pelapukan batuan adalah curah hujan dan temperatur udara. Pelapukan kimiawi mudah terjadi pada kondisi udara yang hangat dan lembab seperti daerah tropis. Pelapukan kimia berlangsung cepat di daerah dengan curah hujan dan temperatur rendah, seperti daerah subtropis, subkutub, dan pegunungan.

2. Komposisi Mineral dan Struktur Batuan

Pelapukan kimiawi dapat dibantu oleh pelarutan dan mineral batuan yang tidak stabil. Batuan yang mempunyai struktur yang lemah mudah mengalami retak-retak sehingga mempermudah pelapukan.

Pada daerah tropik, retakan batuan mudah dimasuki air hujan sehingga memudahkan reaksi kimia di dalamnya. Sementara pada daerah dingin, batuan yang mempunyai retakan memudahkan pelapukan oleh proses pembekuan air yang masuk ke dalamnya.

3. Relief

Relief suatu daerah dapat mempengaruhi proses pelapukan. Pada lereng curam, tutupan vegetasi dan tanah cenderung berkurang karena erosi. Akibatnya, batuan yang muncul di permukaan menjadi tidak terlindungi sehingga mudah mengalami pelapukan.

4. Tutupan Vegetasi

Tutupan vegetasi juga berpengaruh pada proses pelapukan batuan. Di satu sisi, tutupan vegetasi melindungi batuan dari pelapukan, tetapi di sisi lain sisi, akar tanaman yang masuk ke celah-celah batu menyebabkan pelapukan fisik. Tidak hanya itu, vegetasi yang mati dan membusuk menghasilkan bahan organik yang menyebabkan pelapukan kimiawi.

5. Kegiatan Manusia

Kegiatan manusia seperti pertanian, pembangunan industri, pembuatan jalan, perumahan, atau pembabatan hutan menyebabkan batuan muncul di permukaan tanah sehingga memudahkan pelapukan.

Contoh Pelapukan Kimiawi

Contoh pelapukan kimiawi adalah pelapukan yang terjadi di pegunungan kapur (karst). Pelapukan ini berlangsung dengan bantuan air dan suhu tinggi. Air yang mengandung banyak CO2 (zat asam arang) dapat dengan mudah melarutkan batuan kapur (CaCO3).

Peristiwa ini merupakan pelarutan dan dapat menimbulkan gejala-gejala karst. Proses pelapukan batuan secara kimiawi di daerah karst disebut kartifikasi.

Gejala atau bentuk-bentuk alam yang terjadi di daerah karst, di antaranya dolina (danau karet), gua dan sungai bawah tanah, serta stalaktit dan stalagmit, sebagaimana dikutip di buku Explore Geografi Jilid 1 untuk SMA/MA Kelas X oleh Dra Sri Wijayanti, M.Pd.

Demikian pembahasan seputar contoh pelapukan kimiawi, lengkap dengan pengertian, jenis dan faktor-faktornya. Semoga bisa menambah wawasan ya detikers



Simak Video "Fakta-fakta dari Ledakan Pabrik Kimia di Cilegon"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia