Mengapa Gajah Bisa Mengingat dengan Baik? Begini Penjelasannya

Mengapa Gajah Bisa Mengingat dengan Baik? Begini Penjelasannya

Devita Savitri - detikEdu
Selasa, 24 Jan 2023 17:00 WIB
One-and-half-year-old Asian male baby elephant Samu and its mother 21 year-old elephant Angele inspect a Christmas tree at the exterior enclosure of the elephants house at the Budapest Zoo and Botanical Garden on December 19, 2022. - Zoo keepers decorated the Christmas trees with vegetables and fruits. (Photo by Attila KISBENEDEK / AFP) (Photo by ATTILA KISBENEDEK/AFP via Getty Images)
Foto: AFP via Getty Images/ATTILA KISBENEDEK
Jakarta -

Tahukah detikers bila gajah adalah hewan yang dapat mengingat dengan baik? Bukan hanya itu, gajah bisa mengingat pengalaman sejak bayi hingga sepanjang hidup mereka.

Alasan dasar mengenai hal tersebut karena mereka memiliki otak yang sangat besar dan mampu berkembang. Faktanya, dari semua mamalia darat otak gajah adalah yang terbesar dan memiliki Encephalization Quotient (EQ) atau kecerdasan otak yang luar biasa.

Encephalization Quotient didefinisikan sebagai jumlah massa otak yang berkaitan dengan total massa tubuh hewan dilansir melalui laman Science ABC, Selasa (24/1/2023).

Pada tahun 355 SM Aristoteles mengklaim bahwa "Dari semua hewan, gajah memiliki otak terbesar sebanding dengan ukurannya". Bila diurutkan, manusia memiliki EQ 7,44, lumba-lumba memiliki 5,31 dan gajah memiliki EQ 1,87.

Sebuah fakta menyebutkan bila EQ gajah sebenarnya mirip dengan simpanse. Karena manusia adalah kerabat dekat dengan simpanse, otak manusia dan gajah ternyata mirip dalam banyak aspek.

Gajah dan manusia memiliki hippocampus dan korteks serebral yang sangat berkembang. Bagian tersebut bertanggung jawab atas kemauan dan pemecahan masalah.

Karena kualitas otak yang baik ini, alasan mengapa gajah bisa mengingat dari bayi hingga dewasa. Namun, bagaimana sebenarnya ingatan bisa tercipta ya? Begini penjelasannya.

Proses Terciptanya Ingatan

Dilansir melalui laman Smore Science, ingatan atau memori terbentuk karena tiga langkah dasar yakni encoding (pengkodean), storage (penyimpanan) dan retrieval (pengambilan).

Pada dasarnya otak selalu mempelajari https://www.detik.com//edu/detikpedia/d-6531796/mengapa-gajah-bisa-mengingat-dengan-baik-begini-penjelasannya baru, https://www.detik.com//edu/detikpedia/d-6531796/mengapa-gajah-bisa-mengingat-dengan-baik-begini-penjelasannya tersebut nantinya akan disimpan dan kemudian diingat pada waktu yang dibutuhkan.

Pengkodean mirip dengan menulis https://www.detik.com//edu/detikpedia/d-6531796/mengapa-gajah-bisa-mengingat-dengan-baik-begini-penjelasannya pada selembar kertas. Proses kedua yakni penyimpanan yang dianalogikan seperti meletakkan kertas di tempat yang sesuai. Terakhir pengambilan seperti mengambil file dari kabinet saat dibutuhkan.

Otak mampu menyimpan ingatan dalam kategori yang relevan. Meskipun ingatan yang dibentuk oleh gajah dan manusia berbeda, otak keduanya memiliki kemiripan. Sehingga pembentukan ingatan manusia dan gajah juga memiliki langkah-langkah dasar yang sama.

Pembentukan Ingatan di Gajah

1. Proses Encoding (Pengkodean)

Gajah memiliki bagian otak yang memproses penciuman yang sangat baik. Akibatnya gajah lebih cenderung menyandikan https://www.detik.com//edu/detikpedia/d-6531796/mengapa-gajah-bisa-mengingat-dengan-baik-begini-penjelasannya sensorik melalui indra penciumannya.

Wilayah otak gajah yang mengkodekan https://www.detik.com//edu/detikpedia/d-6531796/mengapa-gajah-bisa-mengingat-dengan-baik-begini-penjelasannya sensorik menjadi memori atau ingatan adalah Hippocampus. Hippocampus gajah sangatlah berkembang sehingga berkontribusi pada ingatan gajah yang luar biasa.

2. Proses Storage (Penyimpanan)

Begitu otak mengkodekan https://www.detik.com//edu/detikpedia/d-6531796/mengapa-gajah-bisa-mengingat-dengan-baik-begini-penjelasannya sensorik ke dalam memori, ia harus menyimpan ingatan itu di suatu tempat. Awalnya ingatan akan disimpan sebagai memori jangka pendek yang mampu bertahan rata-rata 15-30 detik pada otak manusia.

Namun, otak juga mengubah beberapa ingatan menjadi memori jangka panjang yang dapat bertahan selama bertahun-tahun. Dan gajah unggul dalam hal ini.

Mereka dapat mengingat pengalaman sejak masih bayi hingga sepanjang hidup mereka. Karena memiliki otak yang besar, korteks serebral pada gajah juga besar. Korteks serebral adalah wilayah otak di mana tempat ingatan disimpan. Wilayah ini membantu mengaktifkan ingatan jangka panjang yang luar biasa pada gajah.

3. Proses Retrieval (Pengambilan)

Pada proses ini, gajah akan mengakses suatu memori di kemudian hari. Misalnya pada badai salju, gajah dapat mengingat kembali kenangan dari beberapa dekade sebelumnya. Pemicu yang dapat membuat hal ini terjadi biasanya karena aroma yang mereka cium.

Fungsi Ingatan Pada Gajah

Ada beberapa fungsi ingatan yang baik pada gajah seperti sebagai berikut:

1. Bertahan Hidup

Gajah menggunakan ingatan jangka panjang yang mereka miliki untuk bertahan hidup. Misalnya saat musim kemarau, gajah akan pindah ke tempat dengan sumber makanan yang lebih baik.

Karena sepanjang hidupnya mereka melalui hal itu, gajah akan mengingat lokasi tempat sumber makanan yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Mereka akan membawa kawanan mereka ke tempat yang aman.

2. Mengingat Anggota Keluarga

- Keluarga

Gajah memiliki ikatan yang kuat dengan kawanannya. Satu kawanan gajah seringkali berkerabat dekat satu sama lain termasuk kakek-nenek, bibi hingga saudara mereka.

Kawanan gajah memudahkan mereka untuk melindungi garis keturunan, menemukan sumber daya dan bertahan dari pemangsa. Dengan demikian, kawanan memberikan gajah untuk bertahan hidup.

Perbedaan mencolok dari gajah betina dan gajah jantan adalah cara hidup mereka. Gajah betina lebih sering tinggal bersama kawanan, sedangkan gajah jantan hidup sendirian.

Namun, ketika mereka bertemu dengan kawanan sebelumnya, mereka akan tetap saling menyapa karena bersahabat.

Bahkan ketika seekor gajah diperlihatkan tulang dan gading dari gajah yang mati, mereka akan bereaksi paling kuat terhadap anggota kawanannya. Hal ini menjadi bukti bila gajah dapat mengingat anggota keluarga bahkan bertahun-tahun setelah mereka mati.

- Teman

Tak hanya mengingat anggota keluarganya, gajah juga akan mengingat makhluk lain yang meninggalkan kesan kuat pada mereka.

Misalnya, sepasang gajah yang pernah tampil bersama di sirkus dapat saling mengenali bahkan ketika bertemu 20 tahun kemudian.

3. Berpikir Kreatif

Percaya atau tidak, gajah mampu memahami aritmatika dasar. Jika detikers meletakkan 10 ikat pisang di depan mereka dan mengambil 2 pisang, lima menit kemudian gajah akan merasakan sesuatu yang hilang. Untuk itu terkadang kemampuan ini digunakan di dalam sirkus.

Selain itu gajah juga berkomunikasi dengan cara yang menakjubkan. Mereka menggunakan postur tubuh, vokalisasi yang berbeda, serta gemuruh subsonik yang dapat didengar meski dari jarak beberapa kilometer oleh gajah lain.

Terakhir, gajah memiliki tingkat kepekaan yang baik terhadap warna dan musik. Mereka yang hidup di penangkaran ditemukan menunjukkan minat khusus pada jenis seni dan lukisan tertentu.

Nah itulah alasan mengapa gajah memiliki kemampuan mengingat yang baik. Pada dasarnya baik otak manusia maupun gajah (https://www.cemmlibrary.org/tag/gajah) tentu memiliki batasan jumlah https://www.detik.com//edu/detikpedia/d-6531796/mengapa-gajah-bisa-mengingat-dengan-baik-begini-penjelasannya yang dapat dikodekan, disimpan dan diambil kembali.

Jika ingatan tak lagi diingat, otak menganggapnya kurang penting dan dibuang. Untuk itu, semakin sering ingatan diakses, otak akan semakin mengingatnya, sedangkan bila ingatan dianggap tak penting, kita akan melupakannya.



Simak Video "Penampakan Waterspout di Perairan Selatan Pacitan"
[Gambas:Video 20detik]
(nwk/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia