Mengapa Semut Bisa Jalan di Bidang Vertikal? Begini Penjelasannya

Mengapa Semut Bisa Jalan di Bidang Vertikal? Begini Penjelasannya

Devita Savitri - detikEdu
Selasa, 24 Jan 2023 13:30 WIB
Hukum makan makanan yang dihingapi semut
Kenapa semut bisa jalan di bidang vertikal? Foto: iStock
Jakarta -

Seperti cicak, semut juga bisa berjalan di bidang vertikal seperti dinding, langit-langit ruangan, bahkan permukaan lainnya dengan mudah. Mengapa, ya?

Deby Cassill, Associate Professor of Integrative Biology, University of South Florida menjelaskan, kaki semut pekerja tersusun dari cakar, duri, rambut, dan bantalan lengket. Berbagai bagian tubuh semut itu memungkinkan semut dapat berjalan di hampir semua permukaan, dikutip dari laman The Conversation, Selasa (24/1/2023).

Ia menjelaskan, ketika diteliti, anatomi kaki semut ternyata mirip dengan tangan manusia. Bedanya, bila manusia memiliki dua tangan, semut memiliki enam kaki.

Meski mirip, kaki semut memiliki struktur yang lebih kompleks dengan berbagai bagian yang tampak aneh bila dilihat. Namun, keanehan tersebut menyempurnakan fungsinya ketika berjalan.

Anatomi Kaki Semut

Kaki semut memiliki lima ruas bersendi dengan ruas ujung yang terdapat sepasang cakar. Cakar semut berbentuk seperti cakar kucing agar dapat mencengkeram permukaan yang tidak rata.

Setiap ruas kaki semut juga punya duri serta rambut yang berbeda ketebalannya. Keduanya berfungsi untuk memberikan daya tarik tambahan untuk menempel ke permukaan yang bertekstur seperti kulit kayu.

Perpaduan antara cakar dan duri akan memberikan fungsi melindungi kaki semut dari permukaan panas dan benda tajam. Fungsi ini mirip dengan sepatu pada manusia.

Lalu, bagian terpenting terakhir yang memungkinkannya berjalan di bidang vertikal adalah dengan kehadiran bantalan lengket yang disebut arolia.

Proses Kaki Semut Jadi Lengket

Arolia terletak di antara cakar di ujung kaki semut. Bantalan ini berbentuk seperti balon yang memungkinkan semut melawan gravitasi di bidang vertikal, merangkak di langit-langit atau berjalan di permukaan keras seperti kaca.

Cassill menjelaskan, saat berjalan di bidang vertikal, gravitasi menyebabkan cakar semut berayun lebar dan menariknya ke belakang. Pada saat yang sama otot kaki semut akan memompa sebuah cairan ke bagian arolia dan menyebabkan bantalan mengembang.

Cairan tubuh yang disemprotkan ke arolia disebut dengan hemolymph, yaitu cairan lengket mirip darah dan berada di seluruh tubuh semut. Ketika hemolymph terpompa ke arolia, akan ada sebagian cairan yang bocor ke luar bantalan itu. Nah, cairan itulah yang membuat semut bisa berjalan di dinding atau langit-langit.

Ketika mereka berjalan dan mengangkat kakinya, otot-otot kaki semua akan berkontraksi dan menyedot sebagian besar cairan yang bocor kembali ke dalam tubuh semut. Dengan cara ini, hemolymph bisa digunakan berulang kali dan tak ada yang tertinggal di luar.

Semut juga memiliki tubuh yang sangat ringan. Karena itu, bantalan lengket di setiap kakinya cukup untuk menahannya dari tarikan gravitasi di permukaan apapun, termasuk bidang vertikal.

Gaya Van der Waals

Tak hanya semut, beberapa hewan lain yang mampu melawan gravitasi adalah cicak, katak pohon, hingga tokek.

Louise Gentle, Senior Lecturer in Wildlife Conservation, Nottingham Trent University menjelaskan, hewan-hewan bisa jalan melawan gravitasi karena adanya Gaya Van der Waals, dikutip dari The Conversation.

Gaya Van der Waals terjadi ketika berbagai bagian di anatomi kaki semut menekan sangat dekat dengan molekul lain dan saling menempel. Karena tubuh semut sangat ringan, gaya gravitasi yang menimpanya juga lebih rendah daripada hewan yang lebih berat.

Akibatnya, mereka pandai melawan gaya gravitasi dan mampu berjalan sesuai proses yang telah disebutkan sebelumnya.

Nah itulah penjelasan mengapa semut bisa berjalan di bidang vertikal seperti dinding, langit-langit bahkan kaca. Alasan utamanya tentu saja berkaitan dengan kehadiran struktur semut yang berfungsi berbeda seperti makhluk lainnya. Jadi makin tahu kan detikers? Semoga https://www.detik.com//edu/detikpedia/d-6531285/mengapa-semut-bisa-jalan-di-bidang-vertikal-begini-penjelasannya ini bermanfaat ya!



Simak Video "Studi Terbaru Ungkap Perkiraan Jumlah Semut di Bumi"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia