Pertama Kalinya, Ilmuwan Bisa Arahkan Sambaran Petir di Langit

Pertama Kalinya, Ilmuwan Bisa Arahkan Sambaran Petir di Langit

Anisa Rizki Febriani - detikEdu
Jumat, 20 Jan 2023 17:00 WIB
Petir
Ilustrasi Petir (Foto: dok. GCH Aviation via Facebook)
Jakarta -

Pernahkah detikers berpikir untuk mengarahkan sambaran petir? Untuk pertama kalinya, ilmuwan dapat melakukannya dengan menggunakan tembakan laser.

Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Nature Photonics itu dikatakan bahwa demonstrasi dilakukan di puncak gunung di Swiss saat petir sedang bergemuruh.

Uji coba yang dilaksanakan selama beberapa bulan pada tahun lalu itu ternyata membuka peluang penggunaan laser untuk melindungi aktivitas penerbangan, lokasi peluncuran, dan bangunan tinggi.

Dikutip dari The Guardian pada Jumat (20/1/2023), Aurelien Houard seorang ahli fisika di Politeknik Ecole, Paris, Prancis mengatakan bahwa batang logam selama ini digunakan untuk melindungi sambaran petir. Tetapi, area yang bisa terlindungi sangat terbatas hanya beberapa meter atau puluhan meter.

"Harapannya adalah kita bisa meningkatkan perlindungan tersebut hingga beberapa ratus meter jika punya energi laser yang cukup," paparnya.

Menempatkan Mesin Laser Seukuran Mobil di Gunung Santis Swiss

Sebelumnya, tim peneliti dari Politeknik Ecole telah memperlihatkan bagaimana laser mampu menciptakan tegangan hingga 2 juta volt di saluran dengan kepadatan rendah. Untuk mencoba ide yang lebih besar, tim peneliti lantas menempatkan mesin laser seukuran mobil di dekat menara di Gunung Santis, Swiss.

Nah, menara tersebut dikenal sebagai tempat yang paling sering disambar petir di Eropa dalam setahun, kisarannya mencapai hingga 100 kali sambaran.

Ketika badai berlangsung selama enam jam, gelombang laser itu dapat mengendalikan arah dari empat sambaran petir. Salah satu petir yang muncul saat langit cukup cerah direkam menggunakan dua kamera berkecepatan tinggi. Petir itu terlihat mengikuti arah pancaran sinar laser selama sedikitnya 50 meter.

Laser Menciptakan Jalur untuk Mengalirkan Pelepasan Listrik

Laser mengalihkan petir dengan menciptakan jalur yang lebih mudah untuk mengalirkan pelepasan listrik. Namun, perlu diingat bahwa laser cukup kuat untuk menimbulkan risiko bagi mata pilot yang terbang terlalu tinggi dan selama beberapa percobaan, lalu lintas udara ditutup di atas lokasi pengujian.

Lebih lanjut Houard menuturkan laser yang lebih kuat yang beroperasi pada panjang gelombang berbeda mampu memandu petir dalam jarak yang lebih jauh.

"Meski penelitian lapangan ini sudah dilakukan selama lebih dari 20 tahun, ini adalah uji coba lapangan pertama yang hasilnya bisa didapatkan dari percobaan mengarahkan petir dengan laser," ungkapnya.

Profesor Manu Haddad menambahkan bahwa biaya sistem laser ini cukup tinggi jika dibandingkan dengan batang logam. Namun, laser menjadi media yang lebih baik untuk mengarahkan petir.



Simak Video "Puluhan Rumah di Manggarai Jaksel Terbakar Akibat Sambaran Petir"
[Gambas:Video 20detik]
(aeb/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia