Langit Jadi Jingga Saat Fajar dan Senja, Kok Bisa?

Langit Jadi Jingga Saat Fajar dan Senja, Kok Bisa?

Devita Savitri - detikEdu
Jumat, 20 Jan 2023 15:30 WIB
Pantai Pasir Panjang di Kupang, NTT, menawarkan hamparan pasir putih yang indah. Selain itu, pantai ini juga cocok untuk menyaksikan matahari terbenam.
Langit menjadi jingga saat Matahari tenggelam di Pantai Pasir Panjang di Kupang, NTT Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Tahukah detikers mengapa langit jadi jingga saat fajar dan senja? Momen di mana warna jingga ini terbentuk kerap disebut sebagai "golden hour".

Dikutip dari laman Time and Date Jumat (20/1/2023), saat "golden hour" sinar matahari akan menjadi jingga menghangat bak menampilkan cahaya emas. Waktu-waktu ini juga dikenal sebagai jam magis yang populer di kalangan fotografer dan pembuat film.

Namun secara ilmiah, langit bisa menjadi jingga karena kedudukan antara matahari dan cakrawala hingga menimbulkan fenomena yang disebut "scattering" atau "hamburan". Begini penjelasan prosesnya.

Bagaimana Langit Jadi Jingga Saat Fajar dan Senja?

Guru besar Metereologi Universitas Wisconsin-Madison Amerika Serikat Steven Ackerman mengatakan fenomena hamburan terjadi ketika molekul dan partikel kecil di atmosfer mengubah arah sinar cahaya matahari. Akibatnya cahaya tersebut bisa menyebar.

Fenomena hamburan akan memengaruhi warna cahaya yang datang dari langit. Namun detail warna akan ditentukan oleh panjang gelombang cahaya dan ukuran partikel. Sebagai contoh, penampakan warna biru dan ungu sebenarnya bisa muncul di siang hari karena memiliki panjang gelombang yang pendek.

Panjang gelombang pendek itu kemudian dihamburkan oleh molekul di udara lebih banyak daripada warna spektrum lainnya. Namun, pada siang hari yang cerah sebenarnya mata manusia menangkap warna biru dan ungu.

Sayangnya, warna ungu tidak bisa dilihat dengan baik sehingga langit akan terlihat berwarna biru. Begitu pula yang terjadi pada warna jingga di waktu fajar dan senja.

"Ketika senja dan fajar datang, Matahari berada di titik terendah di cakrawala. Pada waktu itu sinar matahari akan melewati lebih banyak udara daripada siang hari, saat Matahari lebih tinggi di langit," ujar Ackerman seperti dikutip dari laman Universitas Wisconsin-Madison.

Bila lebih banyak atmosfer berarti lebih banyak pula molekul yang menyebarkan cahaya ungu dan biru dari mata manusia. Jika panjang gelombangnya cukup panjang, semua cahaya biru dan ungu menyebar keluar dari pandangan.

Sedangkan warna lain akan menuju mata manusia sehingga penampakan yang dilihat adalah berwarna kuning, jingga ataupun merah. Pada dasarnya, merah memiliki panjang gelombang yang terpanjang dari semua cahaya.

Sehingga, ketika Matahari berwarna perpaduan antara warna merah seperti jingga, berbagai jalur warna lain di sepanjang atmosfer akan terhalangi dan warna merah ataupun jingga akan jadi pemenangnya. Akibatnya warna tersebutlah yang nampak dan dilihat mata manusia.

Perbandingan waktu langit jadi jingga di seluruh dunia

Disebutkan sebelumnya, ketika langit menjadi jingga saat fajar ataupun senja bisa mengacu pada fenomena "golden hour". Kembali mengutip laman Time and Date, lamanya waktu terjadinya fenomena ini tergantung pada garis lintang dan musimnya. Berikut daftarnya:

1. Di lokasi daerah khatulistiwa seperti Indonesia. Matahari akan melintasi cakrawala pada sudut 90 derajat yang membuat transisi antara malam dan siang baik fajar maupun senja relatif lebih singkat.

2. Di lokasi dengan garis lintang yang lebih tinggi, prosesnya memakan waktu yang lebih lama. Contohnya New York dan Wellington yang berada di garis lintang 40 derajat utara dan selatan. Pada kedua kota tersebut dibutuhkan waktu sekitar 1 jam di bulan Maret untuk memperlihatkan langit jingga saat fajar ataupun senja.

3. Terakhir pada lingkungan kutub Matahari tidak tenggelam lebih rendah dari 6 derajat di bawah cakrawala selama musim panas. Sehingga warna lagit berwarna jingga akan berlangsung sepanjang malam.

Begitulah penjelasan mengapa langit jadi jingga saat fajar dan senja berikut dengan perkiraan waktu detikers bisa melihatnya di langit. Jadi makin tahu kan? Semoga bermanfaat ya!



Simak Video "4 Fenomena Langit yang Akan Terjadi di Desember 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia