Ilmuwan Duga Suku Maya di Tempat Ini Juga Pergi ke 'Supermarket'

Ilmuwan Duga Suku Maya di Tempat Ini Juga Pergi ke 'Supermarket'

Novia Aisyah - detikEdu
Kamis, 19 Jan 2023 12:30 WIB
Obsidian dari situs Maya Qumarkaj dan wilayah sekitarnya di Guatemala
Foto: R Horowitz via Sci.News/Obsidian dari situs Maya Q'umarkaj dan wilayah sekitarnya di Guatemala
Jakarta -

Pada sebuah publikasi ilmiah yang disusun oleh Antropolog Washington State University, Rachel Horowitz, elite penguasa suku Maya di wilayah K'iche' (sekarang Guatemala) ternyata memiliki pendekatan yang bebas dalam pengadaan dan perdagangan batu obsidian. Dia menjelaskan, akses menuju sumber obsidian terdekat diatur oleh penduduk lokal melalui jaringan yang independen dan beragam.

Padahal, para ilmuwan pada umumnya berasumsi bahwa perdagangan batu obsidian diatur oleh penguasa suku Maya. Kenyataannya dalam penelitian ini ditemukan bahwa hal itu tidak terjadi, setidaknya di K'iche'.

Kebebasan Ekonomi & 'Supermarket'

Menurut Horowitz, orang-orang Maya di K'iche' mempunyai kebebasan ekonomi yang baik. "Termasuk, (mereka) bisa pergi ke tempat-tempat yang mirip dengan supermarket seperti yang kita miliki sekarang, untuk membeli dan menjual barang dari pengrajin," ujarnya, dikutip dari Sci.News.

Pada dasarnya, ada banyak catatan tertulis dari periode Pascaklasik Maya (1200-1524) tentang organisasi politik mereka. Namun, https://www.detik.com//edu/detikpedia/d-6523696/ilmuwan-duga-suku-maya-di-tempat-ini-juga-pergi-ke-supermarket tentang bagaimana elite suku Maya menggunakan kekuatan ekonominya tidak cukup banyak diketahui.

Horowitz mengatakan, mereka melakukan penelitian ini untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan tentang K'iche'. Mereka mengidentifikasi produksi dan distribusi artefak obsidian. Sebagai https://www.detik.com//edu/detikpedia/d-6523696/ilmuwan-duga-suku-maya-di-tempat-ini-juga-pergi-ke-supermarket, batu obsidian digunakan para arkeolog untuk menentukan tingkat pembangunan ekonomi suatu wilayah di penemuan mereka.

Horowitz melakukan analisis geokimia dan teknologi pada artefak obsidian yang digali dari 50 situs di sekitar ibu kota K'iche' di Q'umarkaj serta wilayah sekitarnya. Tujuannya untuk menentukan asal bahan baku dan teknik pembuatannya.

Melalui analisisnya, Horowitz menemukan bahwa orang-orang K'iche' suku Maya mendapatkan batu obsidian dari pusat K'iche' dan Q'umarkaj. Temuan ini menunjukkan adanya kontrol yang tinggi dari pusat.

Di samping itu, para elite di sana juga diduga mengelola perdagangan obsidian nonlokal yang lebih berharga, utamanya obsidian Pachua dari Meksiko.

Orang Dahulu Mirip Orang Modern

Daerah-daerah yang ditaklukkan oleh Ki'che' memiliki sedikit kemiripan dalam hal jaringan ekonomi obsidian dengan Ki'che' suku Maya. Analisis Horowitz memperlihatkan bahwa situs-situs taklukan itu mempunyai akses ke obsidian mereka sendiri.

Terlebih, wilayah akuisisi tersebut juga mempunyai tempat-tempat khusus di mana orang bisa pergi membeli peralatan yang berguna dari bahan obsidian.

Horowitz juga menegaskan, semakin banyak menyelidiki orang-orang pada masa lalu, maka akan semakin disadari bahwa ada banyak cara hidup mereka yang mirip dengan orang modern.



Simak Video "Peneliti Temukan Sisa Peradaban Besar Suku Maya di Guatemala"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia