Apa yang Terjadi Ketika Inti Bumi Mendingin?

Apa yang Terjadi Ketika Inti Bumi Mendingin?

Devita Savitri - detikEdu
Rabu, 18 Jan 2023 15:30 WIB
inti Bumi
Foto: Express.co.uk/Apa yang Terjadi Ketika Inti Bumi Mendingin?
Jakarta -

Tahukah detikers bila kini Bumi sudah berusia sekitar 4,5 miliar tahun? Ya memang bukan waktu yang sebentar.

Satu hal yang menjadi catatan para ilmuwan terkait usia Bumi adalah keadaannya yang perlahan mendingin dari waktu ke waktu. Padahal seperti yang diketahui Bumi memiliki Inti Bumi yang berisi cairan panas.

Ketika Bumi beserta intinya mendingin, berbagai kejadian kemungkinan terjadi menimpa seluruh makhluk di dalamnya. Apa saja? Berikut penjelasan selengkapnya.

Apa Itu Inti Bumi?

Melansir laman Sumber Belajar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) lapisan inti Bumi adalah lapisan terdalam Bumi yang terbentuk dari material cair bertekanan tinggi. Inti Bumi tersusun dari mineral cair Besi (Fe) dan Nikel (Ni).

Inti Bumi terbagi menjadi dua yakni inti dalam Bumi (Inner Core) yang berisi material padat dan inti luar Bumi (Outer Core) yang berupa cairan.

Lapisan inti Bumi dalam memiliki ketebalan sekitar 1.216 km dengan suhu yang sangat tinggi hingga 6.000 derajat Celcius. Tekanan di lapisan bumi ini sangat tinggi sehingga walaupun suhunya sangat tinggi, bahan inti dalam bumi yaitu besi tidak dapat bergerak, tidak meleleh, dan tetap berwujud besi yang padat.

Sedangkan inti Bumi luar dianggap sebagai bola logam yang sangat panas dengan tebal sekitar 2.270 kilometer dan suhu sekitar 3.800 derajat Celcius. Lapisan ini cair dan berisi besi serta nikel.

Saat bumi berputar, inti luar (yang terdiri dari besi) berputar di atas inti dan menghasilkan medan magnet bumi yang sangat bermanfaat dalam kehidupan di bumi. Salah satu manfaat medan magnet bumi yaitu melindungi bumi dari pancaran panas radiasi ultraviolet sinar matahari.

Penyebab Inti Bumi Mendingin

Pasca terbentuk 4,5 miliar tahun yang lalu, inti Bumi mulai mengkristal menjadi bola padat dan tumbuh sekitar satu milimeter per tahun menurut laman BBC Science Focus. Bila sudah mencapai waktunya, inti Bumi yang harusnya memancarkan panas bisa mendingin dan mengeras.

Akibatnya, berbagai kehidupan yang ada di permukaan Bumi akan menjadi sulit dan berbagai kejadian menyeramkan mungkin terjadi. Meski begitu, BBC Science Focus menjelaskan Bumi tidak memiliki waktu hingga intinya mendingin dan mengeras.

Karena kemungkinan Matahari akan terlebih dahulu mencapai masa akhir hidupnya dan menelan seluruh planet termasuk Bumi. Namun jangan khawatir karena hal tersebut tak akan terjadi dalam waktu dekat melainkan sekitar 5 miliar tahun lagi.

Hingga saat ini sayangnya tidak diketahui apa penyebab inti Bumi bisa mendingin. Namun para ilmuwan menyebutkan inti Bumi semakin cepat mendingin seiring dengan berjalannya waktu.

Tentu saja hal tersebut harus mendapat perhatian khusus. Karena ketika inti Bumi mendingin ada berbagai konsekuensi jangka panjang yang serius bagi sebagian besar kehidupan di planet ini.

Perhitungan Waktu Sampai Inti Bumi Mendingin

Laman AS.com menjelaskan inti Bumi kini mendingin dengan kecepatan 1,5 lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya. Hal ini memberikan pemahaman baru tentang evolusi dinamika yang terjadi di bumi.

Ketika inti Bumi mendingin, ia akan berubah menjadi mineral lain yang disebut post-perovskite yang dapat menghantarkan panas dengan lebih efisien. Ketika post-perovskite menjadi mineral yang mendominasi batas inti-mantel Bumi, proses pendinginan dapat semakin dipercepat.

Profesor Motohiko Murakami dan rekan-rekannya dari Carnegie Institution for Science mengaitkan waktu pendinginan inti Bumi dengan evolusi Matahari. Bergantung pada perhitungan, Matahari kemungkinan besar dapat menelan planet kita sebelum menjadi raksasa merah dalam waktu sekitar 5 miliar tahun.

Demikian juga didapatkan kesimpulan bila, rata-rata setiap 20 juta tahun Bumi ditabrak oleh sebuah benda, meteor atau komet, seukuran yang diyakini telah memusnahkan dinosaurus. Sebuah studi besar oleh International Union for Conservation of Nature menemukan bahwa bumi mungkin berada di ambang peristiwa kepunahan massal yang keenam.

Dampak Inti Bumi Mendingin

Disebutkan sebelumnya bila inti luar berputar di atas inti dan menghasilkan medan magnet Bumi yang sangat bermanfaat dalam kehidupan di Bumi. Ketika inti Bumi mendingin, medan magnet Bumi akan memudar menjadi nol.

Akibatnya aliran partikel bermuatan dari Matahari, yang dikenal sebagai angin matahari, akan mulai mengikis atmosfer, seperti yang mungkin terjadi di Mars di masa lalu.

Medan magnet juga melindungi Bumi dari radiasi kosmik yang dipancarkan oleh Matahari. Tanpa perisai pelindung itu, kehidupan di Bumi tidak akan ada, bukan hanya karena pemboman radiasi tetapi juga atmosfer akan terkelupas.

Kesimpulannya, Bumi tak akan mendingin dari waktu dekat. Bila Bumi ingin mendingin dalam waktu dekat ukurannya harus lebih kecil.

Kompresi dan gesekan gravitasi akan memanaskan benda seukuran planet mana pun, dan peluruhan radioaktif dari unsur-unsur dalam mantel akan menambah panas ini. Hal tersebut sudah terjadi di Bulan.

Pada awalnya Bulan diperkirakan terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu seperti Bumi yang berbentuk sebagian besar cairan. Tetapi Bulan mendingin jauh lebih cepat karena ukurannya lebih kecil.

Jika Bumi berukuran lebih kecil dan dingin, Bumi akan kekurangan gunung berapi dan lempeng tektonik yang mendaur ulang karbon dan mineral di kerak bumi dan menambahkan gas ke atmosfer.

Tanpa atmosfer yang tebal, suhu permukaan akan turun cukup rendah untuk membekukan lautan. Sangat diragukan bahwa kehidupan akan berevolusi dan hidup dalam kondisi seperti ini.



Simak Video "Studi: Inti Bumi Kemungkinan Mulai Berotasi ke Arah Berlawanan"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia