Serba-serbi Ratusan Anak di Ponorogo Minta Dispensasi Nikah: Alasan hingga Tanggapan Pakar

Serba-serbi Ratusan Anak di Ponorogo Minta Dispensasi Nikah: Alasan hingga Tanggapan Pakar

Nikita Rosa - detikEdu
Selasa, 17 Jan 2023 18:00 WIB
Ilustrasi dispensasi nikah
Ramai Anak di Ponorogo Minta Dispensasi Nikah. (Foto: detikcom/dikhy sasra)
Jakarta -

Baru-baru ini, viral 176 perkara anak di Ponorogo, Jawa Timur yang mengajukan dispensasi nikah di Pengadilan Agama (PA). Berdasarkan penjelasan Dinas Pendidikan Ponorogo Nurhadi Nahuri, para pemohon bukanlah siswa tapi lulusan SMP yang sudah tidak melanjutkan sekolah.

"Tidak semua pemohon dispensasi masih berstatus pelajar, sebagian sudah lulus setingkat sekolah menengah atas,'' terang Nurhadi dikutip dari situs Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Ponorogo, Selasa (17/1/2023).

Pihaknya juga tidak menemukan pelajar setingkat SMP yang orang tuanya mengajukan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama Ponorogo.

"Yang benar adalah lulusan SMP yang sudah tidak melanjutkan sekolah dan meminta dispensasi karena usianya belum mencapai 19 tahun sebagai syarat menikah,'' tuturnya.

Sebagai https://www.detik.com//edu/detikpedia/d-6520471/serba-serbi-ratusan-anak-di-ponorogo-minta-dispensasi-nikah-alasan-hingga-tanggapan-pakar, berdasarkan aturan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 atas perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan di Indonesia, syarat nikah di Indonesia adalah minimal usia 19 tahun.

Kemudian dispensasi nikah atau dispensasi kawin menurut Peraturan Mahkamah Agung (MA) Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Kawin adalah pemberian izin kawin oleh pengadilan kepada calon suami isteri yang belum berusia 19 tahun untuk melangsungkan perkawinan.

Alasan Anak di Ponorogo Mengajukan Dispensasi Nikah

Kepala Dinas Sosial Supriyadi menyatakan bahwa ada beragam alasan anak di Ponorogo mengajukan dispensasi nikah. Alasannya antara lain berupa anak-anak yang memang ingin menikah serta hamil di luar nikah. Ia pun membantah bahwa semua anak yang mengajukan dispensasi nikah akibat hamil di luar nikah.

"Jadi jangan digebyah uyah (disamaratakan), seolah-olah ratusan yang minta dispensasi itu karena hamil. Tapi memang ada anak yang sudah tidak mau sekolah (akhirnya) minta nikah," ujar Supriyadi dikutip dari detikJatim, Selasa (17/1/2023).

Dari total 176 anak yang diizinkan menikah dini di Ponorogo, ada 125 anak yang menikah karena hamil duluan, bahkan sebagian lain sudah melahirkan. Sedangkan 51 anak lainnya memilih nikah dini karena alasan sudah punya pacar dan memilih nikah daripada melanjutkan sekolah.

Langkah dari Bupati Ponorogo

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mengumpulkan stakeholder, baik Pengadilan Agama, Kemenag, Polisi, TNI, Muhammadiyah, dan NU untuk mencari solusi atas masalah pernikahan dini ini.

Menurutnya, angka 176 perkara pengajuan dispensasi nikah https://www.cemmlibrary.org/tag/dispensasi-nikah itu memang menjadi PR bersama. Dengan viralnya hal ini, pihaknya bersama Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) akan melakukan deteksi masalah.

"Kami deteksi, faktor apa yang mempengaruhi. Mapping juga serentak. Melibatkan camat semua untuk mendeteksi pergaulan bebas supaya anak-anak tidak melakukan kesalahan," papar Giri.

Sebab, masalah selanjutnya tidak hanya pernikahan dini tetapi apakah ada potensi stunting pada anak mereka. Kemudian mengenai para pelaku pernikahan dini masih mau melanjutkan sekolah atau tidak.

"Jangan sampai putus sekolah, harus punya hak untuk memperoleh pendidikan, kejar paket," tukas Giri.

Tanggapan Pakar: Pemberian Dispensasi Nikah Kurang Bijak

Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah (FKIP UM) Surabaya Sri Lestari berpendapat pemberian dispensasi pernikahan menjadi keputusan yang kurang bijak.

Sebab, hal ini akan berpotensi meningkatkan kasus pernikahan anak. Sementara Undang-undang sudah mengatur terkait batasan minimal usia menikah.

"Beragam pertimbangan menjadi alasan mengapa pernikahan anak sebaiknya dilarang. Salah satu faktor adalah pertimbangan fisik dan psikologis yang belum siap untuk hamil, melahirkan, dan merawat anak," ujar Tari dalam laman UM Surabaya, Selasa (17/1/2023). https://www.um-surabaya.ac.id/homepage/news_article?slug=soal-ratusan-siswi-di-ponorogo-dikabarkan-hamil-ini-kata-dosen-um-surabaya

Ia mengatakan, pernikahan anak ibarat lingkaran setan dengan efek jangka panjang. Pernikahan dini berpotensi memperbanyak kasus stunting, KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) hingga kemiskinan

Tari mengungkapkan sejumlah solusi jangka panjang yang lebih bijak untuk mengatasi kasus ini, yaitu:

1. Ajarkan Anak Tentang Penghormatan Diri dan Orang Lain

Pertama, ajarkan anak tentang penghormatan atas diri sendiri dan orang lain. Tari menjelaskan, anak perlu diberikan pengertian tentang hak atas tubuhnya dan hak atas orang lain.

"Berikan pengertian bahwa mereka memiliki hak atas tubuhnya sebagaimana orang lain memiliki hak yang sama juga. Anak memiliki hak untuk menolak disentuh demikian pula dengan orang lain," ujar Tari.

2. Pendidikan Seksual

Kedua, mengajarkan pendidikan seksual mulai dari lingkup keluarga hingga sekolah. Tari menyarankan adanya kurikulum tertentu terkait pendidikan seksual sesuai jenjang pendidikan anak.

"Jangan hanya pendidikan tentang mengenalkan alat reproduksi saja, namun termasuk juga risiko kehamilan yang tidak direncanakan, kontrasepsi, penyakit kelamin sehingga anak tahu bahwa ada konsekuensi di balik keputusan untuk siap berhubungan seksual,"tegasnya.

3. Kesiapan Menikah

Ketiga, tanamkan bahwa pernikahan butuh kesiapan. Ia menyambung masih ada stereotipe keputusan menikah di usia matang.

4. Libatkan Tokoh Masyarakat

Terakhir, libatkan tokoh masyarakat dalam memberantas pernikahan anak. Menurut Tari, budaya Indonesia masih mengagungkan tokoh masyarakat sebagai sentral keputusan. Terutama di wilayah desa yang sangat kental dengan kultur pesantren atau agamanya.

"Mengubah paradigma ini menjadi hal yang cukup kompleks namun tetap perlu diusahakan," pungkasnya.



Simak Video "Ma'ruf Amin Sebut Pernikahan Dini Tidak Maslahat"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia