Mengapa Matahari Digolongkan sebagai Bintang? Ini Penjelasannya

Mengapa Matahari Digolongkan sebagai Bintang? Ini Penjelasannya

Devita Savitri - detikEdu
Selasa, 17 Jan 2023 17:30 WIB
Lanskap matahari terbenam memiliki pesona tak terbatas. Berikut deretan foto-foto sunset Indonesia yang mungkin belum pernah Anda lihat.
Matahari ternyata digolong sebagai bintang. Bagaimana penjelasannya? Foto: Getty Images
Jakarta -

Bukan sebuah planet, Matahari digolongkan sebagai bintang, mengapa ya? Matahari dijelaskan sebagai bintang kerdil kuning berusia 4,5 miliar tahun di pusat tata surya kita.

National Aeronautics and Space Administration (NASA) menjelaskan Matahari memiliki tipe bintang G2V yang merupakan bintang deret utama katai kuning. Matahari adalah objek terbesar di tata surya kita.

Ia juga memiliki sebutan sebagai bintang sejati karena mampu memancarkan sinarnya sendiri. Selain itu sinar yang terpancar dari Matahari tidak pernah padam. Namun ternyata penemuan Matahari adalah sebuah bintang sudah diteliti sejak tahun 450 SM oleh Anaxagoras. Begini penjelasan selengkapnya!

Matahari: Pengertian, Ukuran dan Jarak hingga Pembentukannya

NASA dalam laman Solar System Exploration menjelaskan Matahari memiliki banyak nama dan sebutan. Kata Latin untuk Matahari adalah "Sol" yang merupakan kata sifat utama dari semua hal yang berhubungan dengan Matahari.

Matahari kita adalah bintang berukuran sedang dengan radius sekitar 435.000 mil (700.000 kilometer). Bila dihitung dari Bumi, Matahari berjarak sekitar 93 juta mil (150 juta kilometer).

Satu fakta yang menyebutkan mengapa Matahari adalah bintang dan bukan planet karena tidak memiliki bulan. Tetapi planet dan bulan yang berada di Galaksi Bima Sakti mengorbit pada Matahari.

Berbicara tentang pembentukannya, Matahari terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu dalam awan gas dan debu raksasa yang berputar yang disebut nebula matahari. Saat nebula runtuh karena gravitasinya sendiri, ia berputar lebih cepat dan memipih menjadi cakram.

Sebagian besar materi nebula ditarik ke arah pusat untuk membentuk Matahari kita, yang merupakan 99,8% massa tata surya kita. Karena sebuah bintang, Matahari akan memiliki waktu untuk kehabisan energi.

Saat mulai mati, Matahari akan mengembang menjadi bintang raksasa merah, menjadi sangat besar sehingga akan menelan Merkurius dan Venus, dan mungkin juga Bumi. Para ilmuwan memprediksi Matahari sedikit kurang dari separuh masa hidupnya dan akan bertahan sekitar 5 miliar tahun lagi sebelum menjadi katai putih.

Pembuktian Matahari adalah Bintang

Masa Sebelum Masehi

Disinggung sebelumnya, membuktikan Matahari adalah sebuah bintang sudah dilakukan sejak tahun 450 SM oleh Anaxagoras. Melansir laman Solar Center Stanford University, Anaxagoras adalah seseorang yang tinggal di Athena, Yunani sekitar 450 SM.

Ia disebut sebagai orang pertama yang menyatakan bahwa Matahari adalah sebuah bintang. Namun sayangnya, penjelasannya tidak ditanggapi dengan penuh ketidaksetujuan. Karena penuh kritik Anaxagoras dipenjara karena ketidaksopanan.

Berbagai ide tentang Matahari adalah bintang banyak disampaikan oleh banyak orang setelah Anaxagoras, namun selalu berakhir dengan sadis. Sekitar 1800 tahun kemudian, sekitar tahun 1590 M, Giordano Bruno menyarankan hal yang sama, dan dibakar di tiang pancang untuk itu.

Masa Prapembuktian

Hingga akhirnya penjelasan tentang Matahari adalah bintang mulai diperjelas saat masa Galileo Galilei, Johannes Kepler, Isaac Newton hingga Friedrich Bessel. Galileo Galilei adalah seorang ilmuwan Italia yang pada tahun 1610 menggunakan teleskop yang baru ditemukan untuk melihat bintang dan planet.

Galilei mengemukakan model heliosentris Copernicus. Dia memperhatikan bahwa bintang-bintang terlihat seperti titik-titik kecil bahkan ketika dilihat melalui teleskop, dan menyimpulkan bahwa bintang memang sangat jauh.

Namun, ia dipaksa untuk secara terbuka menyangkal ide-ide Copernicus, dan ditahan dalam tahanan rumah sampai dia meninggal pada tahun 1642. Sayangnya pada masa itu Galileo juga belum memiliki bukti bahwa Matahari dan bintang itu sama.

Perjuangan Galileo bak dilanjutkan oleh Johannes Kepler yang mempelajari posisi planet dengan sangat hati-hati. Hingga akhirnya ia menentukan Hukum gerak planet yang dengan tegas menempatkan Matahari di pusat tata surya dengan planet-planet yang mengorbit Matahari.

Penemuan itu bak membuktikan bila Matahari bukanlah sebuah planet, meskipun mengapa hukum gerak planet ini harus seperti itu masih belum jelas.

Masa Pembuktian

Pada tahun 1665, Isaac Newton menyadari bahwa gravitasi lah yang menyatukan tata surya. Pemikiran ini muncul di kepala Newton ketika sebuah apel jatuh di kepalanya saat dia duduk di bawah pohon apel, mengamati Bulan.

Newton kemudian menentukan rumus yang menggambarkan bagaimana gravitasi bekerja. Ia juga menjelaskan bahwa orbit dan gerak planet adalah mengelilingi Matahari dan bulan mengelilingi planet. Karena itulah hadir tiga Hukum gerak planet Kepler.

Gerakan planet dan bulan sekarang dijelaskan dengan satu rumus yakni Hukum Gravitasi Newton. Orang berspekulasi bahwa hukum yang sama ini mungkin berlaku di seluruh alam semesta.

Hingga akhirnya pada tahun 1838, Friedrich Bessel menjadi orang pertama yang mengukur jarak sebuah bintang tanpa asumsi apa pun tentang sifat bintang dan menemukannya sangat besar. Jarak ke bintang lain segera menyusul, dan kemudian orang dapat menghitung kecerahan sebenarnya dari bintang, mengoreksi jaraknya dan menemukan bintang tersebut seterang Matahari.

Berbagai sifat Matahari juga ditemukan mirip dengan bintang-bintang, seperti suhu permukaan dan komposisi kimianya. Dengan demikian bisa dipastikan bahwa Matahari adalah sebuah bintang.

Nah itulah penjelasan mengapa Matahari bisa digolongkan menjadi sebuah bintang. Jadi makin tahu kan detikers!



Simak Video "Siap-siap! Bakal Ada Gerhana Matahari Langka di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia