Liga 2 Tak Dilanjutkan, Coach Teco: Kurang Bagus Buat Indonesia

Liga 2 Tak Dilanjutkan, Coach Teco: Kurang Bagus Buat Indonesia

Tim detikBali - detikBali
Sabtu, 14 Jan 2023 01:00 WIB
Pelatih kepala Bali United Stefano Cugurra. (Bali United Official)
Foto: Pelatih kepala Bali United Stefano Cugurra. (Bali United Official)
Denpasar -

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi menghentikan Liga 2 berdasarkan hasil Rapat Executive Committee (Exco). Pelatih kepala Bali United Stefano Cugurra memberikan komentarnya terkait hal tersebut.

Bagi Coach Teco, hilangnya sistem degradasi dan Liga 2 yang tidak berjalan membuat sebuah kompetisi sepak bola menjadi tidak sehat. "Menurut saya pasti kurang bagus buat Indonesia," ungkapnya, Jumat (13/1/2023) dikutip dari laman resmi Bali United.

Alasan Liga 2 dihentikan karena sebagian besar kontestan Liga 2 tidak ingin dilanjutkan. Hal tersebut berdasarkan rekomendasi dari tim transformasi sepak bola Indonesia pasca Tragedi Kanjuruhan terkait sarana dan prasarana yang belum memenuhi syarat, serta aturan Perpol No 10 Tahun 2022 perihal proses perizinan dan bantuan pengamanan.


Penghentian Liga 2 berdampak pada Liga 1 yang secara resmi diputuskan tanpa degradasi. Menurut Teco, ketika Liga 1 kembali terlaksana pasca Tragedi Kanjuruhan, Liga 2 juga bisa dilaksanakan sebab mereka tetap menjalani program latihan.

"Waktu Liga 1 jalan, seharusnya Liga 2 juga sudah jalan. Waktu bubble kali lalu banyak yang kritik karena 6 pertandingan waktu mepet. Tapi lebih baik jalan daripada tidak sama sekali," jelasnya.

"Saya tahu beberapa tim Liga 2 ada latihan. Tentu ini situasi tidak bagus untuk pelatih dan pemain yang terus menjalani latihan tanpa jelas kapan kompetisi terlaksana. Ketika tidak ada kompetisi pasti banyak pihak yang akan rugi, dari klub, pelatih, pemain, dan suporter yang mau nonton," jelas Coach Teco.

Saat ini kontestan Liga 1 berjumlah 18 tim. Di mana 6 tim terbaik memiliki poin yang berjarak sangat dekat dengan selisih 1 poin di papan atas.

Mereka adalah PSM Makassar dengan 34 poin, Bali United, Madura United, Persib Bandung berada di bawahnya dengan 33 poin.

Peringkat berikutnya disusul Persija Jakarta dan Borneo FC Samarinda dengan 32 poin. Arema FC berada di peringkat ke-7 dengan 26 poin yang cukup berjarak dengan 6 tim di papan atas.

Sementara papan bawah ada PS Barito Putera dengan 15 poin, Dewa United FC dengan 14 poin dan Persik Kediri dengan 10 poin sebagai tim dasar klasemen sementara musim ini.

"Kemudian soal Liga 1, baru kita bicara ada 6 tim yang berjuang di atas dan ada beberapa tim yang berjuang di bawah klasemen. Saat tidak ada degradasi, menurut saya yang di papan atas tetap kerja keras untuk bisa juara, sementara tim yang ada di bawah sudah hilang fokus karena tidak ada degradasi. Ini situasi buat hilang kualitas di Liga Indonesia," tegas Coach Teco yang sudah mengoleksi 3 Trofi Liga 1 di Indonesia.

Dengan tidak adanya degradasi dari Liga 1, maka otomatis Liga 2 juga tidak akan ada tim yang promosi karena tidak terlaksananya sebuah pertandingan.



Simak Video "Liga 1 Tanpa Degradasi, Komisaris Persib Bandung Khawatir Marak Match Fixing"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/gsp)