Cristiano Ronaldo Langgar Larangan Kumpul Kebo di Arab Saudi

Cristiano Ronaldo Langgar Larangan Kumpul Kebo di Arab Saudi

Tim detikSport - detikBali
Kamis, 05 Jan 2023 16:18 WIB
Denpasar -

Cristiano Ronaldo baru saja resmi bergabung dengan klub Al Nassr namun sudah disebut melanggar aturan di Arab Saudi. Aturan tersebut adalah larangan tinggal serumah tanpa ikatan pernikahan alias kumpul kebo.

Cristiano Ronaldo dan kekasihnya, Georgina Rodriguez menjalin hubungan sejak 2016 dan sudah dikaruniai dua orang anak. Namun keduanya belum resmi menikah.

Tahun 2021, muncul kabar kalau Ronaldo telah melamar Georgina. Namun sampai saat ini, kedua pasangan itu belum juga mengucap janji suci.


Pada Selasa (3/1/2023) malam WIB kemarin, Cristiano Ronaldo mengajak Georgina Rodriguez bersama para buah hatinya di sesi perkenalan. Ronaldo dikabarkan akan dapat fasilitas rumah mewah di Kota Riyadh.

Topik ini justru diangkat oleh media asal Spanyol, EFE. Dua pengacara asal Spanyol yang tidak disebutkan namanya menyebut kalau hal tersebut sebenarnya dilarang di Arab Saudi.

Karena tentu, budaya 'barat' itu bertentangan dengan nilai-nilai kebudayaan dan agama di sana. "Ada undang-undangnya yang melarang pasangan tinggal bersama jika belum akad nikah. Tapi sepertinya, aparat setempat mulai menutup mata," jelas pengacara pertama.

"Otoritas Arab Saudi hari ini tidak ikut campur apabila ada masalah (kumpul kebo-red) yang dilakukan orang asing. Namun jelas aturannya masih ada," timpal pengacara kedua.

Akan tetapi, tampaknya tidak ada masalah antara pihak klub Al Nassr dan Cristiano Ronaldo. Sedangkan Georgina, diketahui memang selalu ada di sisi Ronaldo, tapi kesibukannya sebagai model dan pebisnis juga membuatnya sering terbang ke banyak destinasi.

Sebelumnya, Cristiano Ronaldo segera memulai petualangan baru di Saudi Pro League atau Liga Arab Saudi bersama Al Nassr. Ronaldo berlabuh ke Al Nassr setelah kontraknya diputus oleh MU.

Megabintang asal Portugal itu akan bermain di Al Nassr sampai musim panas 2025. Bayaran Ronaldo pun selangit, Rp 3,2 triliun per tahun.

(nor/gsp)