Travel Agent Klaim Tak Tipu Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo

Manggarai Barat

Travel Agent Klaim Tak Tipu Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo

Ambrosius Ardin - detikBali
Rabu, 25 Jan 2023 20:37 WIB
Tangkapan layata video evakuasi penumpang Kapal Tiana yang tenggelam di Perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (21/1/2023)
Tangkapan layata video evakuasi penumpang Kapal Tiana yang tenggelam di Perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (21/1/2023). Foto: Istimewa
Manggarai Barat -

CV Wisata Alam Mandiri, travel agent di Labuan Bajo, mengklaim tak melakukan penipuan terhadap korban kapal wisata KLM Tiana yang tenggelam di Perairan Batu Tiga, Kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (21/1/2023).

Pemilik CV Wisata Alam Mandiri, yang meminta namanya cukup ditulis dengan inisial J, melimpahkan kesalahan kepada pemilik kapal KLM Tiana. Ia menyebut penggunaan kapal wisata yang tidak sesuai pesanan wisatawan adalah keputusan sepihak pemilik KLM Tiana tanpa sepengetahuannya.

"Pada awalnya tidak ada pemberitahuan dari pemilik (kapal). Travel agent tahu pergantian kapal dari tamu, akhirnya travel agent komplain lah ke yang punya kapal," kata J melalui sambungan telepon, Rabu (25/1/2023).


J mengakui empat wisatawan domestik asal Pekalongan (satu keluarga) memesan kapal wisata KLM Diana melalui travel agent dengan layanan Master Cabin dan Private Cabin. J kemudian memesan KLM Diana tersebut kepada seorang bernama Bram, yang diketahuinya sebagai operator kapal Diana.

KLM Diana dan KLM Tiana diketahuinya dioperasikan oleh Bram di bawah perusahaan Big Komodo. J mengetahui ada penggantian kapal justru dari tamunya yang saat itu sudah berada di Kapal Tiana.

"Awalnya dia booking ke saya kapal Diana ya, terus pada waktu hari H, waktu guide saya sudah jemput dan sudah bawa ke dermaga, penumpang lain sudah naik sekoci, tinggal dia belum. Rupanya pada waktu dia naik sekoci itu tidak dibawa ke kapal yang dia booking tetapi dibawa ke kapal Tiana. Waktu itu dia telepon saya, 'Kok bukan kapal yang saya booking?'," ungkap J.

J mengaku kaget mendapat https://www.detik.com//bali/nusra/d-6534487/travel-agent-klaim-tak-tipu-korban-kapal-tenggelam-di-labuan-bajo dari tamunya. Ia menegaskan bahwa telah memesan KLM Diana, bukan KLM Tiana. Melalui sambungan telepon, J kemudian komplain kepada Bram.

"Kok tamu saya bukan naik kapal yang saya booking kemarin? Apa dia bilang? 'Iya Pak, kapalnya upgrade'. Akhirnya saya bilang, pak mestinya harus info ke saya karena kapal yang saya booking kapal Diana, jadi ini tidak sesuai dengan yang saya booking," ungkap J membeberkan percakapannya dengan Bram.

"Terus saya tanya apakah di kapal itu ada kamar master cabin? Dia bilang tidak ada. Nah, ini justru masalah buat saya pak, karena saya booking master cabin dan private cabin. Dia bilang, nggak apa-apa, saya kasi kamar yang private semua, dan katanya lebih layak untuk berjalan, lebih besar kayaknya," lanjut dia.

J kemudian meminta Bram menjelaskan kepada tamunya. Ia juga meminta pengembalian dana (refund) atas selisih harga master cabin dengan private cabin.

"Akhirnya anak buah dia menjelaskan ke tamu saya ini. Saya terus terang tidak terima karena tidak sesuai dengan kamar yang mereka inginkan. Saya bilang karena beda harga private cabin dengan master cabin. Akhirnya saya bilang gimana selisihnya, saya minta refund Rp 600 ribu, karena beda harga," ujar J.

Ia lalu menelepon tamunya. J mendapat laporan bahwa tamunya melanjutkan perjalanan dengan KLM Tiana karena tak ingin ribut dengan kru kapal. "Tamu saya setelah dijelaskan oleh kru kapal 'ya sudahlah, daripada aku ribut sama mereka nanti, mau gimana lagi orang aku liburan'. Saya bilang asalkan kapal itu nyaman buat kakak," jelas J.



Simak Video "Eksperimen Adegan Titanic, James Cameron Akui Jack Bisa Saja Selamat"
[Gambas:Video 20detik]