Pemkab Bima Gencarkan Fogging untuk Berantas DBD

Pemkab Bima Gencarkan Fogging untuk Berantas DBD

Faruk Nickyrawi - detikBali
Rabu, 25 Jan 2023 16:36 WIB
Penyemprotan asap (fogging) di Jakarta (17/2/2016)
Foto: Ilustrasi fogging untuk menekan kasus demam berdarah. (Ari Saputra)
Bima -

Kasus suspek demam berdarah (DBD) di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengakibatkan 7 orang meninggal dunia. Untuk menekan kasus ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima menggencarkan fogging atau pengasapan.

"Langkah yang dilakukan sekarang adalah pemberantasan sarang nyamuk di sejumlah kecamatan yang ditemukan ada kasus. Di kecamatan lain juga sudah dilakukan imbauan," kata Kabag Prokopim Pemda Bima, Suryadin pada detikBali pada Rabu (25/1/2023).

Untuk mencegah DBD, Pemkab Bima juga meminta masyarakat menerapkan 3 M, yakni menguras, menutup, dan mengubur tempat-tempat penampungan air yang berpotensi jadi sarang nyamuk.


Selain itu, untuk warga yang positif DBD, jelas Suryadin, Puskesmas dan rumah sakit berupaya memberi penanganan maksimal.

"Pemda juga sudah melakukan pengobatan pada masyarakat yang terdampak, yang positif kemudian juga dilakukan perawatan di fasilitas medis baik di Puskesmas maupun di rumah sakit umum. Di samping itu juga kepala dinas kesehatan dan tim medis turun melakukan fogging di kecamatan yang dia sudah ada korban," ucapnya.

"Upaya penanggulangan akan kita tingkatkan dengan cara langkah strategis oleh berbagai sektor mulai dari camat hingga desa," tambahnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pemkab Bima mengkonfirmasi kasus demam berdarah dengue (DBD) meningkat dengan pesat. Hingga saat ini 90 orang dinyatakan positif DBD. Tujuh orang di antaranya meninggal dunia.


"Berdasarkan data dari dinas kesehatan sampai pada 25 Januari 2023 kasus yang terdata itu ada 90 kasus dengan 7 kematian. Angka kematian itu berada pada 70,38 persen," kata Kabag Prokopim Kabupaten Bima, Suryadin pada detikBali Rabu (25/1/2023).


Dijelaskannya, tujuh orang yang meninggal itu tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bolo, Kecamatan Monta dan Kecamatan Sape. Rata-rata mereka meninggal setelah dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi sudah parah.


"Satu orang dari Kecamatan Monta, tiga orang dari Kecamatan Bolo, dua orang dari Kecamatan Sape dan satu orang yang dilarikan ke Puskesmas. Kasusnya ini berbasis Puskesmas yang dirujuk," jelasnya.


Suryadin juga menyebutkan, suspek kasus DBD di Kabupaten Bima pada tahun 2023 ini mencapai 146 orang, namun setelah diperiksa terdapat 90 orang yang dinyatakan positif. Jumlah tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun 2022.



Simak Video "Kasus DBD di Tasikmalaya Meningkat, Data Kematian Bertambah"
[Gambas:Video 20detik]
(hsa/irb)