Sederet Masalah KLM Tiana yang Tenggelam di Labuan Bajo

Round Up

Sederet Masalah KLM Tiana yang Tenggelam di Labuan Bajo

Tim detikBali - detikBali
Rabu, 25 Jan 2023 08:23 WIB
Tangkapan layar video evakuasi penumpang Kapal Tiana yang tenggelam di Perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (21/1/2023).
Tangkapan layar video evakuasi penumpang Kapal Tiana yang tenggelam di Perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (21/1/2023). (Foto: Istimewa)
Manggarai Barat -

Sederet masalah mencuat dalam insiden tenggelamnya kapal wisata KLM Tiana di perairan Batu Tiga, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (21/1/2023). Kapal wisata tersebut tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi saat melakukan pelayaran dari Pulau Padar ke menuju Pulau Komodo.

Berikut sederet masalah terkait insiden tenggelamnya kapal wisata KLM Tiana di Labuan Bajo:

Diduga Pernah Tenggelam Sebelumnya

Insiden tenggelamnya kapal wisata KLM Tiana ternyata bukan terjadi sekali. Kapal yang sama ternyata juga pernah tenggelam pada 28 Juni 2022 silam. Ketika itu, dua turis meninggal dunia, yaitu Jamiatun Widaningsih dan anaknya Annisa Fitriani.


Insiden itu dalam proses hukum oleh Polres Manggarai Barat lantaran menyebabkan penumpang meninggal dunia. Di sisi lain, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo belum merespons ketika dikonfirmasi atas keputusannya mengizinkan KLM Tiana kembali berlayar.

"Kapal Tiana sebelumnya pernah karam, yang meninggal dua di kapal itu. Saya nggak tahu di room mana, saya nggak tanya, yang meninggal dua karena kekunci di dalam kamar, karena mereka dikunci dari dalam gitu. Jadi mereka meninggal," kata salah satu penumpang kapal wisata KLM Tiana Khow Cyinthia Josephine saat ditemui di RS Siloam Labuan Bajo, Minggu (22/1/2023).

KLM Tiana Merupakan Barang Bukti

Polres Manggarai Barat, NTT, menyebut kapal wisata KLM Tiana yang tenggelam di perairan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, merupakan barang bukti yang dipinjam pemilik dari polisi. Kapal itu disita lantaran mengalami insiden serupa pada 28 Juni 2022.

Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat AKP Ridwan menyebut kapal itu dipinjam untuk kebutuhan perawatan dan perbaikan oleh pemiliknya. Menurutnya peminjaman barang bukti tindak pidana diizinkan berdasarkan aturan.

"Pinjam pakai barang bukti dalam arti merawat. Dalam hal ini, jangan sampai kapal tidak dirawat. Dalam administrasi kami, pinjam pakai barang bukti itu diperbolehkan. Yang penting, ada surat permohonan dan menyatakan alasannya," kata Ridwan di Labuan Bajo, Senin (23/1/2023).

Ridwan menegaskan rekomendasi atau penilaian kelayakan kapal tersebut berlayar bukan merupakan ranah dari Polres Manggarai Barat. "Kami tidak dalam kapasitas menyatakan layak atau tidaknya," tandasnya.

Keluhan Penumpang

Salah satu penumpang kapal wisata KLM Tiana Khow Cyinthia Josephine mengaku dibohongi travel agent yang mengatur liburannya ke Labuan Bajo. Travel agent tersebut menjanjikannya menggunakan KLM Nadia untuk perjalanan wisata dari Labuan Bajo ke Taman Nasional Komodo.

Namun, Cyinthia justru kena prank karena dilayani menggunakan KLM Tiana. "Mereka janjinya mau ngasi saya kapal itu namanya kapal Nadia dengan satu kamar master dan satu kamar private," kata Cyinthia saat ditemui di RS Siloam Labuan Bajo, Minggu (22/1/2023).

Penumpang Polisikan Travel Agent

Enam turis korban kapal wisata tenggelam di perairan Batu Tiga, Labuan Bajo, Manggarai Barat, melaporkan travel agent dan pemilik Kapal KLM Tiana ke Polres Manggarai Barat. Para pelapor tersebut adalah dua turis asing, NT dan DE. Sedangkan empat turis lainnya adalah satu keluarga dari Pekalongan, yaitu FJ, KJ, KP, dan EW

"Korban memilih membuat laporan polisi karena agen dan pemilik kapal diduga telah melakukan kelalaian dan penipuan hingga korban mengalami kerugian materiel dan imateriel," kata kuasa hukum keenam pelapor Hipatios Wirawan dalam keterangannya, Selasa (24/1/2023).

Mereka melaporkan travel agent lantaran diduga lalai dan melakukan penipuan karena tidak menyampaikan https://www.detik.com//bali/nusra/d-6532846/sederet-masalah-klm-tiana-yang-tenggelam-di-labuan-bajo sebenarnya terkait kapal yang digunakan berwisata di perairan Taman Nasional Komodo. Adapun kapal dalam paket wisata berbeda dengan kapal yang digunakan selama berwisata.

Pemilik kapal juga dilaporkan atas dugaan telah melakukan kelalaian dan penipuan. Sebab, pemilik kapal disebut mengoperasikan kapal yang masih berstatus barang bukti kasus tenggelamnya kapal tersebut tahun lalu yang menewaskan dua orang.

"Memang saat tiba di kapal, klien kami menyampaikan keluhan terkait hal itu, namun tidak ada solusi dari pihak kapal. Apalagi klien kami tidak mengetahui bagaimana pembicaraan antara agen dan manajemen kapal, sehingga waktu itu klien kami memilih tetap melakukan perjalanan," jelas Hipatios.

Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat AKP Ridwan membenarkan laporan tersebut diterima pada Minggu (22/1/2023) malam. Penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. "Masih dalam penyelidikan," kata Ridwan.



Simak Video "Siloam Hospital Labuan Bajo Sediakan Layanan Wisata Kesehatan Internasional"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/BIR)