Korban Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo Polisikan Travel Agent

Manggarai Barat

Korban Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo Polisikan Travel Agent

Ambrosius Ardin - detikBali
Selasa, 24 Jan 2023 17:13 WIB
Tangkapan layar video evakuasi penumpang Kapal Tiana yang tenggelam di Perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (21/1/2023).
Tangkapan layar video evakuasi penumpang Kapal Tiana yang tenggelam di Perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (21/1/2023). Foto: Istimewa
Manggarai Barat -

Enam turis korban kapal wisata tenggelam di Perairan Batu Tiga, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan travel agent dan pemilik Kapal KLM Tiana ke Polres Manggarai Barat.

Para pelapor tersebut adalah dua turis asing, NT dan DE. Sedangkan empat turis lainnya adalah satu keluarga dari Pekalongan, yaitu FJ, KJ, KP, dan EW

"Korban memilih membuat laporan polisi karena agen dan pemilik kapal diduga telah melakukan kelalaian dan penipuan hingga korban mengalami kerugian materiel dan imateriel," kata kuasa hukum keenam pelapor Hipatios Wirawan dalam keterangannya, Selasa (24/1/2023).


Travel agent dilaporkan atas dugaan kelalaian dan penipuan karena tidak menyampaikan https://www.detik.com//bali/nusra/d-6531962/korban-kapal-wisata-tenggelam-di-labuan-bajo-polisikan-travel-agent sebenarnya terkait kapal yang digunakan berwisata di Perairan Taman Nasional Komodo. Di mana kapal dalam paket wisata berbeda dengan kapal yang digunakan selama berwisata.

Pemilik kapal juga dilaporkan atas dugaan telah melakukan kelalaian dan penipuan. Sebab, pemilik kapal disebut mengoperasikan kapal yang masih berstatus barang bukti kasus tenggelamnya kapal tersebut tahun lalu yang menewaskan dua orang.

"Memang saat tiba di kapal, klien kami menyampaikan keluhan terkait hal itu, namun tidak ada solusi dari pihak kapal. Apalagi klien kami tidak mengetahui bagaimana pembicaraan antara agen dan manajemen kapal, sehingga waktu itu klien kami memilih tetap melakukan perjalanan," jelas Hipatios.

Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat AKP Ridwan membenarkan laporan tersebut. Laporan tentang penipuan dan kelalaian yang menyebabkan orang terluka itu diterima pada Minggu (22/1/2023) malam. Penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. "Masih dalam penyelidikan," kata Ridwan.

Diketahui, KLM Tiana tenggelam di Kawasan Taman Nasional Komodo, Sabtu (21/1/2023). Kapal tersebut mengangkut 13 turis dan empat kru. Dua turis terluka, satu orang menjalani operasi di RS Siloam Labuan Bajo.

Salah satu turis korban tenggelam kapal wisata Khow Cyinthia Josephine mengaku dibohongi travel agent yang mengatur liburannya ke Labuan Bajo. Travel agent tersebut menjanjikannya menggunakan KLM Nadia untuk perjalanan wisata dari Labuan Bajo ke Taman Nasional Komodo.

Namun, saat berangkat ke TN Komodo, Cyinthia justru dilayani KLM Tiana. Turis lain juga mengalami hal sama, mereka sempat memprotes kru KLM Tiana menjelang berangkat. Tapi kru kapal meyakinkan mereka bahwa KLM Tiana kapal baru. Belakangan ia mengetahui kapal tersebut pernah tenggelam sebelumnya.

Kapal itu pernah tenggelam pada 28 Juni 2022, mengakibatkan dua turis meninggal dunia, Jamiatun Widaningsih dan anaknya, Annisa Fitriani. Insiden pertama ini diproses hukum Polres Manggarai Barat karena ada penumpang meninggal dunia. Kapal juga menjadi barang bukti, yang kemudian dipinjam pemiliknya untuk perawatan, tapi malah beroperasi lagi.



Simak Video "2 Sosok Artis Indonesia yang Diidolakan Deris Nagara"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/gsp)