Dua Kasus Campak di NTT Tak Timbulkan Korban Jiwa

Kupang

Dua Kasus Campak di NTT Tak Timbulkan Korban Jiwa

Yufen Ernesto - detikBali
Selasa, 24 Jan 2023 16:34 WIB
Enterovirus Legs hands mouth Rash on the body of a child Cocksackie virus
Ilustrasi campak. Foto: Getty Images/iStockphoto/kipgodi
Kupang -

Kepala Seksi Imunisasi dan Suveilans Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur (NTT) Damiana Ety menuturkan terdapat dua orang terpapar campak di Kabupaten Sumba Timur. Namun, tak sampai menimbulkan korban jiwa.

"Dua pasien itu selamat dan sembuh total," kata Damiana kepada detikBali, Selasa (24/1/2023).

Damiana menjelaskan sejak awal tahun ini belum ada lagi kasus campak di NTT. Meski demikian, ia meminta masyarakat, khususnya yang memiliki bayi dan anak-anak, untuk segera melakukan imunisasi campak di Posyandu maupun fasilitas kesehatan lain yang terdekat.


Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menyatakan kasus campak meningkat pesat sepanjang 2022. Sebanyak 3.341 kasus campak terjadi sepanjang tahun lalu atau melonjak 32 kali lipat dari 2021.

Kasus campak itu menyebar di 223 kabupaten atau kota di 31 provinsi. Dari jumlah tersebut, ada 55 kejadian luar biasa (KLB) di 34 kabupaten kota, di 12 provinsi. Salah satunya NTT.

Kenaikan kasus campak disebabkan cakupan vaksinasi campak dalam dua tahun terakhir merosot tajam. Pandemi COVID-19 disebut punya pengaruh besar pada kekhawatiran orang tua membawa pergi anaknya ke luar rumah.



Simak Video "Gawat! Kasus Campak di Indonesia Meningkat 32 Kali Lipat"
[Gambas:Video 20detik]
(gsp/hsa)