Korban Selamat Merasa Kena Prank-KLM Tiana Diduga Pernah Tenggelam

Round Up

Korban Selamat Merasa Kena Prank-KLM Tiana Diduga Pernah Tenggelam

Tim detikBali - detikBali
Senin, 23 Jan 2023 08:38 WIB
Tangkapan layata video evakuasi penumpang Kapal Tiana yang tenggelam di Perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (21/1/2023)
Tangkapan layata video evakuasi penumpang Kapal Tiana yang tenggelam di Perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (21/1/2023). Foto: Istimewa
Labuan Bajo -

Kapal wisata KLM Tiana tenggelam di perairan Batu Tiga, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (21/1/2023). Kapal wisata mengangkut 13 wisatawan mancanegara dan domestik, serta empat kru itu tenggelam saat perjalanan menuju Pulau Komodo.

Angin tiba-tiba berembus kencang, gelombang tinggi menghantam hingga membuat kapal miring dan terbalik. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun dua turis mengalami luka-luka.

Berikut rangkuman 3 fakta baru kapal wisata KLM Tiana tenggelam di Labuan Bajo.


1. Turis Merasa Kena Prank Travel Agent

Salah penumpang KLM Tiana asal Pekalongan Jawa tengah, Khow Cyinthia Josephine merasa dirinya dibohongi oleh travel agent yang mengatur perjalanan wisatanya ke Labuan Bajo. Ia mengungkapkan travel agent semula menyebut akan menggunakan KLM Nadia untuk perjalanan wisata dari Labuan Bajo ke Taman Nasional Komodo.

Namun, Cyinthia justru kena prank karena dilayani menggunakan KLM Tiana. "Mereka janjinya mau ngasi saya kapal itu namanya kapal Nadia dengan satu kamar master dan satu kamar private," kata Cyinthia saat ditemui di RS Siloam Labuan Bajo, Minggu (22/1/2023).

Cyinthia mengaku kaget saat diangkut menggunakan kapal KLM Tiana yang nahas itu. Sejumlah penumpang, termasuk wisatawan mancanegara, sempat protes sebelum berangkat.

"Saya kaget sekali karena kapal ini tidak sesuai dengan yang saya order, saya protes dong kenapa," imbuh Cyinthia yang menemani ayahnya di RS Siloam Labuan Bajo karena mengalami luka berat pada lututnya.

2. Kesaksian Korban Selamat

Cyinthia menceritakan detik-detik kapal wisata tenggelam. Tenggelamnya KLM Tiana itu terjadi pada hari kedua perjalanan wisata mereka di TN Komodo.

KLM Tiana tenggelam saat dia dan keluarganya hendak ke Manta Point, spot wisata dengan pemandangan ikan pari di bawah laut. Cyinthia yang saat itu sedang berada di dalam kamar tiba-tiba merasakan kapal oleng lalu perlahan tenggelam.

"Kapalnya tiba-tiba oleng ke kiri, pintunya sebelah kanan ada jendela besar di sebelah kanan juga terus di sebelah kiri juga ada dua jendela besar. Untung kapalnya miring ke kiri jadi pintunya ada di atas saya. Nah, kacanya pecah semua, barang bawaan saya hilang udah," ujarnya.

Ia saat itu mengaku panik karena tak tahu bagaimana cara menyelamatkan diri saat keadaan darurat seperti itu. Sebab katanya, tour guide mereka tak menjelaskan itu sebelumnya.

Beruntung Cynthia, keluarganya dan turis lainnya berhasil diselamatkan kru kapal wisata KLM Elbarak sebelum Tim SAR Gabungan dari Labuan Bajo, tiba. Mereka dievakuasi terlebih dahulu ke KLM Elbarak. Sementara, ayahnya mengalami luka serius di kakinya hingga harus menjalani operasi di RS Siloam.

3. Diduga Pernah Tenggelam dan Tewaskan 2 Turis

KLM Tiana diduga mengalami insiden yang sama sebelum tenggelam pada Sabtu (21/1/2023). KLM Tiana diduga pernah tenggelam hingga menyebabkan tewasnya ibu dan anak pada 28 Juni 2022.

"Saya baru tahu, kan kami di-rescue (tolong) sama kapal lain (KLM Elbarak), saya kurang tahu kapal apa, tapi lebih gede itu. Nah, ternyata saya baru tahu kalau kapal itu kapal second, jadi kapal Tiana itu pernah tenggelam sebelumnya, mungkin setahun lalu lah, terus dapat lisensi," kata Cyinthia.

Ia pun heran KLM Tiana bisa beroperasi kembali mengangkut turis di Perairan Labuan Bajo. Cynthia meminta polisi memproses hukum insiden tenggelam KLM Tiana.

"Kapal Tiana sebelumnya pernah karam, yang meninggal dua di kapal itu. Saya nggak tahu di room mana, saya nggak tanya, yang meninggal dua karena kekunci di dalam kamar, karena mereka dikunci dari dalam gitu. Jadi mereka meninggal," jelasnya.

Ia mengaku kesal dengan pemilik kapal yang kembali mengoperasikan KLM Tiana, padahal dua korban meninggal insiden KLM Tiana tenggelam tahun lalu masih memiliki hubungan keluarga dengan pemilik kapal yang disebutnya berasal dari Jakarta.



Simak Video "10 Bocah Tewas-9 Lainnya Hilang Usai Kapal Tur Terbalik di Pakistan"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/gsp)