Kisah Turis Sekeluarga Selamat dari Insiden Kapal Tenggelam Labuan Bajo

Kisah Turis Sekeluarga Selamat dari Insiden Kapal Tenggelam Labuan Bajo

Ambrosius Ardin - detikBali
Minggu, 22 Jan 2023 15:59 WIB
Tangkapan layata video evakuasi penumpang Kapal Tiana yang tenggelam di Perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (21/1/2023)
Foto: Kapal wisata tenggelam di Labuan Bajo. (Istimewa)
Manggarai Barat -

Khow Cyinthia Josephine mengungkapkan detik-detik KLM Tiana tenggelam di Kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Sabtu (21/1/2023) hingga ia dan keluarganya selamat dari insiden tersebut.

Cyinthia berwisata ke Labuan Bajo bersama kedua orang tuanya dan seorang adiknya. Mereka berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah. Ia baru pulang ke Indonesia setelah tiga tahun bekerja di Taiwan.

Cyinthia mengungkapkan, insiden kapal wisata tenggelam itu terjadi pada hari kedua perjalanan wisata mereka di TN Komodo. KLM Tiana itu tenggelam saat mereka hendak ke Manta Point, spot wisata dengan pemandangan ikan pari di bawah laut. Cyinthia yang saat itu sedang berada di dalam kamar tiba-tiba merasakan kapal oleng lalu perlahan tenggelam.


"Kapalnya tiba-tiba oleng ke kiri, pintunya sebelah kanan ada jendela besar di sebelah kanan juga terus di sebelah kiri juga ada dua jendela besar. Untung kapalnya miring ke kiri jadi pintunya ada di atas saya. Nah, kacanya pecah semua, barang bawaan saya hilang udah," ujarnya.

Ia nengaku saat itu sangat ketakutan. Beruntung Cynthia tidak mengunci kamarnya sehingga bisa menerobos keluar menyelamatkan diri.

"Saya ketakutan sekali di dalam, untungnya pintunya saya enggak kunci. Kalau saya kunci saya enggak tahu keluarnya gimana, soalnya di dalam juga enggak ada palu (untuk pecahkan kaca) kalau di bus pariwisata itu ada ketok (pecahkan kaca). Life jacket juga semuanya taruh di luar," ungkapnya.

Ia saat itu mengaku panik karena tak tahu bagaimana cara menyelamatkan diri saat keadaan darurat seperti itu. Tour guide mereka tak menjelaskan itu sebelumnya. Untung saja kata Cynthia, insiden itu terjadi siang hari. Ceritanya bisa saja berbeda jika terjadi malam hari.

"Sebelumnya tour guide-nya gak pernah briefing tentang harus pakai life jacket. Life jacket-nya disimpan di gudang pertamanya, terus dia enggak menjelaskan ke saya, tour guide itu kalau keadaan darurat itu gimana, jadi kita itu bingung, semua penumpang di dalam itu panik kan. Untung kejadiannya enggak malam, kalau malam mungkin saya udah enggak ada di dunia ini," ujarnya.

Cynthia, keluarganya dan turis lainnya berhasil diselamatkan kru kapal wisata KLM Elbarak sebekum Tim SAR Gabungan dari Labuan Bajo, tiba. Mereka dievakusi terlebih dahulu ke KLM Elbarak. Proses evakuasi itu tidaklah mudah.

"(Kapal) miring ke kiri saya jatuh ke laut ke dalam labour, untung di dalamnya ada kursi, adik saya pake kursi saya berhasil diselamatkan awak di atas," katanya.

Sementara Ibu Cynthia sedang baring di kasur saat kapal tersebut tenggelam. Ibunya yang tidak bisa berenang tiba-tiba sudah muncul di permukaan air.

"Ibu saya itu tidak bisa berenang, tadi itu dia lagi tiduran di kasur, tiba-tiba dia masuk ke air. Untung pintunya ke atas, kalau pintunya di bawah siapa tanggung jawab," ungkapnya.

Sementara ayah Cynthia mengalami luka karena menginjak pecahan kaca saat keluar dari kapal. Sang ayah mengalami luka cukup serius di kakinya hingga menjalani operasi di RS Siloam.

"Papa saya diangkat ke atas dia nginjak pecahan kaca, jadi semua lukanya dioperasi, tendonnya putus. Kalau bapak saya enggak bisa jalan normal lagi gimana? Dokter sih bilangnya aman cuman kita enggak tahu apa yang akan terjadi," katanya.

Diketahui, KLM Tiana tenggelam diterjang gelombang di Batu Tiga dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Kapal tersebut mengangkut 13 wisatawan mancanegara dan domestik, serta empat kru kapal. Tak ada korban jiwa dalam insiden itu, hanya dua turis terluka.



Simak Video "Kapal Mila Jaya Tenggelam di Perairan Sapudi saat Angkut Puluhan Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(hsa/irb)