Nusra Sepekan: Heboh Ngemis di TikTok-Bocah SD Juara Matematika Dunia

Nusra Sepekan: Heboh Ngemis di TikTok-Bocah SD Juara Matematika Dunia

Tim detikBali - detikBali
Minggu, 22 Jan 2023 09:16 WIB
Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay akrab disapa Nono saat berada di kelasnya, SDI Buraen 2, Amarasi Selatan, Kupang, NTT, Kamis (19/1/2023).
Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay akrab disapa Nono saat berada di kelasnya, SDI Buraen 2, Amarasi Selatan, Kupang, NTT, Kamis (19/1/2023). (Foto: Yufen Ernesto/detikBali)
Bali -

Ada tiga berita di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) selama sepekan terakhir yang menarik perhatian pembaca detikBali. Kabar itu antara lain, heboh live TikTok mandi lumpur di Lombok Tengah, ancaman African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika, hingga bocah SD asal Kupang yang meraih juara pertama kompetisi matematika dunia.

Berikut ini ringkasan berita Nusra yang populer selama pekan ini, Minggu (15/1/2023) sampai Sabtu (22/1/2023):

1. Heboh Ngemis Live TikTok Mandi Lumpur


Warga Dusun Pedek Setanggor Timur 2 Desa Setanggor Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, saat sedang live mandi air keruh di TikTok.Foto: Warga Dusun Pedek Setanggor Timur 2 Desa Setanggor Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, saat sedang live mandi air keruh di TikTok. (Ahmad Viqi/detikBali)

Konten live TikTok dengan adegan mandi lumpur bikin keranjingan warga di Dusun Pedek Setanggor Timur 2, Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, NTB. Emak-emak hingga nenek-nenek di dusun itu bahkan antre demi mendapat kesempatan live melalui akun TikTok @intan_komalasari92 dan @bocahperik yang dikelola Sultan Ahyar. Belakangan, aktivitas live TikTok itu disebut sebagai mengemis gaya baru.

Intan Komalasari mengaku bisa meraup uang hingga jutaan rupiah untuk sekali live mandi lumpur melalui akun TikTok miliknya. Cuan yang dihasilkan dibagi dengan warga yang bersedia mandi lumpur. "Kalau dapat Rp 2 juta, yang mandi dapat setengah langsung dari sawer di TikTok itu," tutur Intan kepada detikBali, Kamis (19/1/2023).

Salah satu warga yang ikut live mandi lumpur adalah Layar Sari alias Inak Mawar. Nenek usia 55 tahun itu mengaku ketagihan ngonten di akun TikTok tersebut. Ia bahkan lebih memilih live TikTok ketimbang pergi ke sawah. Sebab, ia bisa mendapat Rp 1,5 juta untuk live 1 jam.

Cukup duduk di bak berisi air keruh, kemudian mengguyurkan air tersebut ke sekujur tubuhnya selama live TikTok. Sesekali Inak Mawar menyapa para penonton sembari berharap diberi gift atau hadiah virtual yang nantinya dapat diuangkan.

"Saya dapat Rp 9 juta selama 9 kali live. Daripada ke sawah, pergi garap sawah orang itu dikasih cuma Rp 35 ribu dari pagi sampai sore," kata Inak Mawar, Kamis (19/1/2023).

Kepolisian Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menyatakan tidak ada unsur pidana terkait konten live mandi lumpur di akun TikTok warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah. Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tiga orang perempuan lanjut usia atau lansia yang menjadi pemeran mandi lumpur tersebut.

"Kami belum (melihat) ada sangkaan pidana dalam masalah itu," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB Kombes Teddy Ristiawan di Mataram, Sabtu (21/1/2023).

Menurut Teddy, nenek-nenek yang menjadi pemeran live mandi lumpur lewat akun TikTok @intan_komalasari92 dan @bocahperik itu murni atas dasar sukarela. Mereka mengaku tidak dipaksa oleh pemilik akun TikTok.

"Apakah sangkaan pidananya gugur jika tidak ada paksaan? Bukan gugur, memang tidak ada unsur," kata Teddy.

2. Demam Babi Afrika Bayangi Nusa Tenggara Timur

close up of a pigs face on a truck, behind barsIlustrasi babi. Foto: Getty Images/iStockphoto/pidjoe

Ratusan babi milik peternak dari sejumlah kabupaten di NTT mati mendadak. Beberapa di antaranya diduga akibat terjangkit virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika. Beberapa wilayah yang melaporkan kasus babi mati mendadak antara lain Kupang, Flores Timur, Sikka, dan Ende.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan Kupang Yosep Paulus mengatakan total sebanyak 48 babi mati mendadak sejak akhir Desember 2022. "Total 48 ekor babi yang terserang di sejumlah kecamatan dan kami sudah ambil sampel darahnya untuk dilakukan uji labotarorium di UPTD Veteriner Oesapa," ujarnya, Rabu (18/1/2023).

Belakangan, diketahui penyebab kematian ternak babi secara mendadak Kabupaten Kupang itu positif terjangkit African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika. Hal itu berdasarkan hasil uji laboratorium di UPTD Veteriner Oesapa.

Babi mati mendadak juga terjadi di Flores Timur. Sebanyak 30 ekor dari 50 ekor babi bantuan dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian juga mati dalam sebulan terakhir. Berdasarkan sampel yang diperiksa, babi tersebut positif mengandung virus ASF.

Demam babi Afrika atau ASF selanjutnya membayangi Pulau Flores. Sebanyak 96 ekor babi mati mendadak. Berdasarkan uji sampel darah di Balai Besar Veteriner Denpasar, beberapa di antaranya positif terjangkit virus ASF.

Seluruh babi yang mati tersebut merupakan bantuan dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Total bantuan babi untuk para peternak di Flores berjumlah 135 ekor.

Puluhan babi mati mendadak juga terjadi di Ende dan Flores Timur, NTT. Berdasarkan data Dinas Peternakan Kabupaten Ende, dari 35 ekor babi bantuan yang diterima akhir pekan lalu, 25 ekornya sudah mati.

3. Bocah Kupang Juara Matematika Dunia

Nono saat dites oleh wali kelasnya dengan sejumlah soal matematika seperti perkalian, penambahan, pengurangan, hingga pembagian, Kamis (19/1/2023).Foto: Nono saat dites oleh wali kelasnya dengan sejumlah soal matematika seperti perkalian, penambahan, pengurangan, hingga pembagian, Kamis (19/1/2023). (Yufen Ernesto/detikBali)

Caesar Hendrik Meo Tnunay atau Nono menjadi sorotan setelah menyabet juara pertama kompetisi matematika tingkat internasional yang diselenggarakan oleh International Abacus Brain Gym. Bocah kelas dua SD Inpres Buraen II Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, NTT, itu mengalahkan sekitar 7 ribu peserta dari seluruh dunia.

Nono lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya, Raflim Meo Tnunay, sehari-hari hanya bekerja serabutan dan sempat menjadi kuli bangunan. Sedangkan sang ibu, Nuryati Seran, merupakan guru dengan status kontrak di tempat sekolah Nono.

Sang ibu, Nuryati, menyebut kondisi ekonomi keluarganya pas-pasan. Ia bahkan kesulitan untuk memberi pendidikan lebih kepada Nono. Tetapi, kemauan Nono keras.

"Rasa ingin tahu Nono sangat tinggi. Jadi, dia paksa kami harus ikut kursus. Beli buku bacaan. Terpaksa kami turuti saja kemauannya biar semangat belajar tidak redup," ungkap Nuryati.

Nono juga membaca buku-buku karya fisikawan Yohanes Surya sejak usia lima tahun. Bocah yang bercita-cita sebagai prajurit TNI itu juga mengidolakan Elon Musk.

"Saya ingin seperti Elon Musk. Kalau saya yang bisa seperti itu, masyarakat di sekitar sini saya bisa bantu, termasuk saya punya teman-teman sekolah," kata Nono.



Simak Video "Eksperimen Adegan Titanic, James Cameron Akui Jack Bisa Saja Selamat"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/gsp)