Heboh Live TikTok Mandi Lumpur, Polisi: Tak Ada Unsur Pidana

Lombok Tengah

Heboh Live TikTok Mandi Lumpur, Polisi: Tak Ada Unsur Pidana

Ahmad Viqi - detikBali
Sabtu, 21 Jan 2023 12:16 WIB
Warga Dusun Pedek Setanggor Timur 2 Desa Setanggor Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, saat sedang live mandi air keruh di TikTok.
Warga Dusun Pedek Setanggor Timur 2 Desa Setanggor Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, saat sedang live mandi air keruh di TikTok. (Ahmad Viqi/detikBali)
Lombok Tengah -

Konten live TikTok mandi lumpur yang dilakukan emak-emak hingga perempuan lanjut usia atau lansia menuai pro kontra. Aktivitas tersebut dianggap bikin gaduh dan disebut sebagai mengemis gaya baru.

Kepolisian Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menyatakan tidak ada unsur pidana terkait konten live mandi lumpur di akun TikTok warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, bernama Sultan Ahyar. Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tiga orang perempuan lanjut usia atau lansia yang menjadi pemeran mandi lumpur tersebut.

"Kami belum (melihat) ada sangkaan pidana dalam masalah itu," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB Kombes Teddy Ristiawan di Mataram, Sabtu (21/1/2023).


Menurut Teddy, nenek-nenek yang menjadi pemeran live mandi lumpur lewat akun TikTok @intan_komalasari92 dan @bocahperik itu murni atas dasar sukarela. Mereka mengaku tidak dipaksa oleh pemilik akun TikTok.

"Apakah sangkaan pidananya gugur jika tidak ada paksaan? Bukan gugur, memang tidak ada unsur," kata Teddy.

Sebelumnya, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menyatakan akan menutup aktivitas live TikTok mandi lumpur yang dilakukan oleh sejumlah lansia dan emak-emak di Dusun Pedek Setanggor Timur 2, Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat, Lombok. Pathul telah berkoordinasi dengan Camat Praya Barat dan Kepala Desa Setanggor untuk menutup kegiatan tersebut.

Menurut Pathul, aksi live mandi lumpur di TikTok itu telah membuat kegaduhan dan kontroversi di tengah masyarakat Lombok Tengah.

"Tadi malam kami juga sudah koordinasi dengan pihak kepolisian. Secepatnya akan ditutup kegiatan itu. Supaya tidak terjadi kegaduhan kegaduhan seperti itu. Secepatnya ya kami tutup," tegas Pathul, Jumat (20/1/2023).

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Najamuddin Amy juga sempat buka suara soal fenomena 'ngemis' online mandi lumpur live TikTok. Menurut dia, upaya mencari rezeki di media sosial yang menampilkan lansia tersebut tidak etis.

Apalagi, konten tersebut ditonton hingga puluhan ribu orang. "Setiap orang boleh mencari rezeki dengan cara apapun. Tapi juga harus mempertimbangkan norma yang berlaku di tengah masyarakat," kata Najam, Kamis (19/1/2023) malam.

Konten live TikTok dengan adegan mandi lumpur telah menjadi fenomena baru di Dusun Pedek Setanggor Timur 2, Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, NTB. Perempuan paruh baya hingga nenek-nenek di dusun itu bahkan antre demi mendapat kesempatan live melalui akun TikTok @intan_komalasari92 yang dikelola Sultan Ahyar.

Emak-emak atau lansia itu cukup duduk di bak berisi air keruh, kemudian mengguyurkan air tersebut ke sekujur tubuhnya selama live TikTok. Sesekali mereka menyapa para penonton sembari berharap diberi gift atau hadiah virtual yang nantinya dapat diuangkan.

Bagi warga di Desa Setanggor, aktivitas itu sangat menjanjikan. Mereka bisa meraup uang jutaan rupiah untuk sekali live. Belakangan, aktivitas live TikTok mandi lumpur itu dianggap sebagai fenomena mengemis gaya baru.



Simak Video "Lansia di Lombok Pilih Live Mandi Lumpur Ketimbang ke Sawah"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/gsp)