6 Fakta Nono 'Bocah Ajaib' Juara Dunia Matematika asal Kupang

6 Fakta Nono 'Bocah Ajaib' Juara Dunia Matematika asal Kupang

Hakim Dwi Saputra - detikBali
Sabtu, 21 Jan 2023 07:11 WIB
Nono saat dites oleh wali kelasnya dengan sejumlah soal matematika seperti perkalian, penambahan, pengurangan, hingga pembagian, Kamis (19/1/2023).
Foto: Nono saat dites oleh wali kelasnya dengan sejumlah soal matematika seperti perkalian, penambahan, pengurangan, hingga pembagian, Kamis (19/1/2023). (Yufen Ernesto/detikBali)
Kupang -

Caesar Hendrik Meo Tnunay alias Nono adalah 'bocah ajaib' asal Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di usianya yang baru 7 tahun, dia meraih prestasi luar biasa: juara dunia matematika. Berikut fakta-fakta menarik tentang Nono.

1. Juara Dunia Matematika

Nono tercatat sebagai siswa kelas dua SD Inpres Buraen II Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang. Bocah kelahiran 2 April 2015 itu baru saja menyabet juara pertama kompetisi matematika tingkat internasional atau tepatnya International Abacus World Competition 2022. Kompetisi itu diadakan oleh International Abacus Brain Gym.

Ia berhasil menyingkirkan 7 ribu peserta lainnya dalam kompetisi matematika dan sempoa tingkat dunia tersebut.


Saat mengikuti kompetisi yang berlangsung online tersebut Nono berhasil menyelesaikan 15.201 file. Diketahui dalam 1 file terdapat 10 soal, sehingga total soal yang berhasil dikerjakan Nono dalam jangka waktu satu tahun ialah sebanyak 152.010 soal. Soal-soal tersebut diujikan secara virtual dan listening dalam bahasa Inggris.

2. Pintar Sejak Bayi

Sejak kecil, Nono dikenal super aktif. Meski ia gemar bermain dengan teman-temannya, namun Nono juga suka belajar, membaca, dan menulis.

"Dia sejak kecil itu sangat aktif, suka lari sana-sini, bermain dengan teman-teman," ungkap Nuryati kepada detikBali, Kamis (19/1/2023).

Tanda-tanda Nono anak yang pintar sudah nampak sejak bayi. Bahkan Nono sudah bisa berbicara lancar saat usia satu tahun.Saat berusia lima tahun dan duduk di Paud Tunas Belia, ia sudah bisa membaca. Bahkan, ia mengikuti kursus bahasa Inggris setiap pekan.

"Dia ini baru usia satu tahun sudah aktif berbicara. Saat masuk Paud dia sangat pintar. Bahkan, minta untuk ikut kursus bahasa Inggris," cerita Nuryati.

Sebetulnya, kata Nuryati, kondisi ekonomi yang pas-pasan, bahkan tak stabil membuatnya sulit memberi pendidikan lebih kepada Nono. Tetapi, kemauan Nono keras.

"Rasa ingin tahu Nono sangat tinggi. Jadi, dia paksa kami harus ikut kursus. Beli buku bacaan. Terpaksa kami turuti saja kemauannya biar semangat belajar tidak redup," pungkas Nuryati.

Siapa idola Nono? Ada di halaman berikutnya