Gawat! Sudah 96 Babi Mati Mendadak di Flores

Manggarai Barat

Gawat! Sudah 96 Babi Mati Mendadak di Flores

Ambrosius Ardin - detikBali
Jumat, 20 Jan 2023 17:51 WIB
5 Alasan Mengapa Daging Babi Tidak Dikonsumsi Jutaan Orang di Dunia
Sebanyak 96 ekor babi mati mendadak di Flores, NTT. Babi itu bantuan dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan melalui Bali. (Ilustrasi iStock).
Manggarai Barat -

Sebanyak 96 ekor babi mati mendadak di Flores, NTT. Babi itu disebut berasal dari bantuan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian yang berjumlah 135 ekor.

Beberapa di antara babi yang mati mendadak itu positif terjangkit virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika setelah dilakukan uji sampel darah di Balai Besar Veteriner Denpasar.

Ratusan babi mati persis sehari setelah diterima dari Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Denpasar.


Babi yang mati tersebut tersebar di tiga Kabupaten, yaitu Flores Timur, Sikka dan Ende. Rinciannya adalah 30 ekor di Flores Timur dari total 50 ekor yang diterima, 41 ekor di Sikka dari total 50 ekor yang diterima, dan 25 ekor di Ende dari 35 ekor yang diterima.

Terbaru, kematian mendadak babi di Flores dilaporkan dari Kabupaten Sikka. "Babi mati di Sikka, di Poktan (kelompok tani) Sinar Tani Desa Egon, Kecamagan Waigete," imbuh Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sikka Albert Moang, Jumat (20/1/2023).

"Dari 25 ekor sampai dengan kemarin sudah mati semua. Di poktan Kasih Ibu Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok timur, dari 25 ekor, sampai dengan kemarin sudah mati 16 ekor," lanjutnya.

Sebelumnya, Dinas Peternakan Kabupaten Ende melaporkan 35 ekor babi bantuan yang diterima akhir pekan lalu, 25 ekor di antaranya sudah mati. Babi itu mulai mati empat hari setelah diterima.

Sampel darah babi mati itu dikirim ke Balai Besar Veteriner Denpasar untuk tes virus ASF. Sementara, di Flores Timur, 50 ekor babi yang diterima pada 19 Desember 2022 itu mulai ada yang mati keesokannya hingga totalnya mencapai 30 ekor. Beberapa ekor di antaranya positif terjangkit virus ASF.

Diketahui, selain tiga kabupaten tersebut, dua kabupaten lainnya di Flores juga mendapat jatah bantuan babi, yakni Kabupaten Nagekeo dan Ngada. Kedua Kabupaten selama ini menunggu kedatangan babi tersebut.

Namun, dengan munculnya kasus babi mati terjangkit virus ASF di Flores, dua daerah tersebut memutuskan tidak menerima bantuan babi tersebut.



Simak Video "Berkeliling ke Pasar Babi yang Populer di Singkawang"
[Gambas:Video 20detik]
(BIR/irb)