Perkenalkan Nono, Bocah Kupang Juara Matematika Dunia

Kupang

Perkenalkan Nono, Bocah Kupang Juara Matematika Dunia

Tim detikBali - detikBali
Jumat, 20 Jan 2023 17:29 WIB
Nono saat dites oleh wali kelasnya dengan sejumlah soal matematika seperti perkalian, penambahan, pengurangan, hingga pembagian, Kamis (19/1/2023).
Nono saat dites oleh wali kelasnya dengan sejumlah soal matematika seperti perkalian, penambahan, pengurangan, hingga pembagian, Kamis (19/1/2023). (Yufen Ernesto/detikBali)
Kupang -

Caesar Hendrik Meo Tnunay atau Nono diuji dengan sejumlah soal matematika, dari penjumlahan, perkalian, hingga pembagian. Sorot matanya tajam dan mulutnya komat-kamit bak sedang merapal mantra. Sembari menggerakkan jari-jarinya yang mungil, Nono menjawab soal-soal itu dengan cepat dan tepat.

Seisi ruangan riuh dengan tepuk tangan ketika bocah tujuh tahun asal Amarasi Selatan, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu menjawab soal tersebut. Padahal, soal yang diberikan rumit dan orang dewasa memerlukan alat bantu seperti kalkulator untuk menjawabnya. Namun, tak satupun jawaban Nono meleset.

Momen itu terekam saat acara penyerahan Abacus Brain Gym (ABG) Award 2022 kepada Nono di Ruang Rapat Gubernur NTT pada 10 Januari 2023 lalu. Acara itu dihadiri oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Bupati Kupang Korinus Masneno, Founder ABG USA Juli Agustar Djonli, hingga Founder ABG Indonesia Aguslina Angkasa.


Nono adalah siswa kelas dua SD Inpres Buraen II Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang. Bocah kelahiran 2 April 2015 itu baru saja menyabet juara pertama kompetisi matematika tingkat internasional yang diselenggarakan oleh International Abacus Brain Gym. Pada kompetisi yang digelar secara online itu, ia berhasil menyingkirkan ribuan peserta dari seluruh dunia.

Kemampuan Nono dalam berhitung membuatnya kerap menjadi tutor bagi teman-teman sekolahnya. Ia bahkan dipercaya kepala sekolah untuk menjadi tutor bagi siswa kelas tiga hingga enam.

"Mulai Nono juara dunia, saya langsung jadikan dia sebagai tutor," kata Kepala SD Inpres Buraen II Petrus Kase kepada detikBali, Kamis (19/1/2023).

Nono lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya, Raflim Meo Tnunay, sehari-hari hanya bekerja serabutan dan sempat menjadi kuli bangunan. Sedangkan sang ibu, Nuryati Seran, merupakan guru dengan status kontrak di tempat sekolah Nono.

Sang ibu, Nuryati, menyebut kondisi ekonomi keluarganya pas-pasan. Ia bahkan kesulitan untuk memberi pendidikan lebih kepada Nono. Tetapi, kemauan Nono keras.

"Rasa ingin tahu Nono sangat tinggi. Jadi, dia paksa kami harus ikut kursus. Beli buku bacaan. Terpaksa kami turuti saja kemauannya biar semangat belajar tidak redup," ungkapnya Nuryati.

Kecerdasan Nono terlihat sejak usia satu tahun. Nuryati menuturkan buah hatinya sudah bisa bicara lancar sejak usia satu tahun.

Saat Nono berusia lima tahun, ia sudah bisa membaca. Saat itu, anak bungsu ini tengah bersekolah di PAUD Tunas Belia.

Nono juga membaca buku-buku karya fisikawan Yohanes Surya sejak usia lima tahun. Sejak itu pula, Nono makin tertarik dan giat mempelajari matematika.

Saban hari Nono memilih berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki sejauh tiga kilometer. Sesekali ia diantar oleh ayahnya dengan motor. "Setiap hari saya jalan kaki saja dan kalau bapak tidak sibuk, kadang diantar dengan motor," tutur Nono.

Bocah yang bercita-cita sebagai prajurit TNI itu mengidolakan Elon Musk dan Yohanes Surya. "Saya ingin seperti Elon Musk."

Menurut Nono, Elon Musk luar biasa karena bisa menciptakan alat transportasi. Dia ingin bisa seperti bos Tesla itu. "Kalau saya yang bisa seperti itu, masyarakat di sekitar sini saya bisa bantu, termasuk saya punya teman-teman sekolah," katanya.

Pembaca, kontributor detikBali Yufen Ernesto datang mengunjungi Nono untuk mengenalnya lebih dekat. Selamat membaca.

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.



Simak Video "2 Sosok Artis Indonesia yang Diidolakan Deris Nagara"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/gsp)