Bupati Panggil Dishub-Pengelola Pantai Mandalika Buntut Pungli Parkir

Lombok Tengah

Bupati Panggil Dishub-Pengelola Pantai Mandalika Buntut Pungli Parkir

Ahmad Viqi - detikBali
Jumat, 20 Jan 2023 15:45 WIB
Lokasi parkir di Masjid Nurul Bilad KEK Mandalika Lombok, NTB, Jumat (20/1/2023).
Lokasi parkir di Masjid Nurul Bilad KEK Mandalika Lombok, NTB, Jumat (20/1/2023). Foto: Ahmad Viqi/detikBali
Lombok Tengah -

Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri segera memanggil kepala Dinas Perhubungan Lombok Tengah dan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Pemanggilan itu buntut dari dugaan adanya parkir liar di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Intinya kami akan duduk bareng sama Kepala Dinas Perhubungan dan panggil pengelola," katanya, di Mandalika, Jumat (20/1/2023).

Menurutnya, temuan Ombudsman NTB soal pungli parkir di beberapa titik di KEK Mandalika itu masih sebatas dugaan. "Seperti apa pemeriksaan temuan lokasi parkir yang diduga ada pungli ini, harus duduk bersama menyelesaikan soal itu. Ini namanya dugaan kan," ucapnya.


Pathul tidak memungkiri maraknya parkir liar di KEK Mandalika hingga ada yang melebihi tarif dari ketentuan. "Kami akan segera lakukan penataan. Apa-apa itu parkir liar, makanya kami akan duduk bersama ya. Kami akan melihat dulu di titik-titik mana lokasinya. Kan parkir banyak di KEK Mandalika ini, hampir 50 titik," katanya.

Pada kawasan KEK Mandalika saja, sebut Pathul, terkadang masyarakat yang berdomisili di sana banyak yang membagi petak-petak lokasi parkir. Dengan adanya hal itu, dia pun akan segera melakukan pembinaan. "Mari bareng-bareng menyelesaikan ini," katanya.

Ia juga tidak menutup mata, berbagai cara dilakukan masyarakat di KEK Mandalika untuk mendapatkan uang. "Berbagai macam cara orang di sana. Intinya kami akan duduk bareng sama Kepala Dinas Perhubungan dan panggil pengelola," katanya.

Sebelumnya, Ombudsman NTB menegaskan retribusi parkir di kawasan Pantai Kuta Mandalika sebagai praktik pungli. Hasil investigasi menyebut sejumlah objek wisata di KEK Mandalika mempraktikkan pungli.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan secara tertutup di sejumlah tempat parkir di kawasan KEK Mandalika, kami temukan beberapa lokasi parkir dilakukan tanpa dasar kewenangan alias pungli," kata Kepala Ombudsman NTB Dwi Sudarsono, Kamis (19/1/2023).

Modusnya, sejumlah orang oknum mengenakan rompi parkir yang berlogo Dinas Perhubungan. Adapun tarif yang dikenakan beragam dan melebihi ketentuan undang-undang. Selain itu, seluruh juru parkir yang melakukan penarikan parkir tidak memiliki identitas.



Simak Video "Heboh Tarif Parkir Bus di Kawasan Maliboro Yogya Rp 350 Ribu"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/gsp)