Pemda 'Pelototi' Penjualan BBM Subsidi di SPBU Mandalika

Pemda 'Pelototi' Penjualan BBM Subsidi di SPBU Mandalika

Ahmad Viqi - detikBali
Jumat, 20 Jan 2023 15:31 WIB
Pemkab Lombok Tengah akan mengawasi penjualan BBM bersubsidi di SPBU Pertamina Mandalika, demi memenuhi kebutuhan nelayan dan tukang ojek.
Pemkab Lombok Tengah akan mengawasi penjualan BBM bersubsidi di SPBU Pertamina Mandalika, demi memenuhi kebutuhan nelayan dan tukang ojek. (Ahmad Viqi/detikBali).
Lombok Tengah -

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah akan mengawasi penjualan BBM bersubsidi di SPBU Pertamina Mandalika, tepatnya depan sirkuit di Lombok Tengah.

Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan distribusi BBM bersubsidi harus tepat sasaran. "Ini akan kami kawal untuk nelayan, tukang ojek, dan usaha kecil, mulai dari Desa Kuta Mandalika sampai ke nelayan ujung Teluk Awang," ujarnya, Jumat (20/1/2023.

Menurut dia, pengawasan penjualan solar subsidi tidak lain untuk memenuhi kebutuhan nelayan dalam mencari ikan, termasuk tukang ojek di sekitar kawasan Mandalika.


"Kami akan menindak jika ada yang mainkan harga atau (distribusi) tidak tepat sasaran," jelasnya.

Adapun, nelayan yang ingin membeli solar subsidi di SPBU Mandalika harus memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI).

Pathul mengaku akan memfasilitasi seluruh nelayan saat mengajukan pembuatan SIUP atau SIPI untuk membeli solar subsidi di SPBU Mandalika.

"Kami tidak akan persulit. Kalau ada yang kami temukan mempersulit izin, kami akan tindak. Jika ada celah orang bermain, kami akan tindak tegas ya!" tutur dia.

Manajer Pertamina Integrated Terminal Ampenan Firman Nugroho menyebut bahwa PT Pertamina (Persero) telah mengirimkan 29.089 kilo liter BBM ke SPBU Mandalika.

Ia pun meminta petugas SPBU turut melakukan pengawasan pembelian BBM bersubsidi, khususnya jenis solar.

"Sesuai dengan regulasi yang ada, memang di sini banyak truk dan alat berat yang beroperasi. Sebetulnya, itu sudah diatur. BBM subsidi ini kan khusus nelayan, masyarakat petani. Mobil pelat merah harus menggunakan BBM non subsidi. Ini akan kami awasi," kata Firman.

Firman juga meminta kepolisian turut mengawasi pembelian solar bersubsidi di SPBU Mandalika yang diperuntukkan bagi masyarakat kecil menengah.

"Nanti kalau ada alat berat, truk dan kendaraan pelat merah, petugas yang melarang. Bukan dari kami, tapi pihak kepolisian. Karena ini BBM jatah untuk nelayan. Pengawasan harus ketat," tandasnya.



Simak Video "Polisi Gerebek Gudang Penimbun BBM Subsidi di Pangkalpinang"
[Gambas:Video 20detik]
(BIR/iws)