Perjuangan Nono di Kompetisi Matematika Dunia, Listrik Padam Saat Berlomba

Kupang

Perjuangan Nono di Kompetisi Matematika Dunia, Listrik Padam Saat Berlomba

Yufen Ernesto - detikBali
Jumat, 20 Jan 2023 10:29 WIB
Nuryati Seran, ibunda Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay alias Nono. (Yufen Ernesto)
Foto: Nuryati Seran, ibunda Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay alias Nono. (Yufen Ernesto)
Kupang -

Nuryati Seran, ibunda Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay alias Nono menceritakan perjuangan buah hatinya dalam kompetisi matematika internasional. Perjuangannya itu mengantarkan Nono berhasil menyabet dua kali juara matematika tingkat internasional yang diselenggarakan oleh International Abacus World Competition.

"Nono sudah dua kali juara di ajang kompetisi yang sama yaitu International Abacus World Competition. Tahun 2021 itu dia juara tiga, sedangkan 2022 dia juara pertama," cerita Nuryati, Kamis (19/01/2022).

Nuryati dan suaminya, Raflim Meo Tnunay tidak mengetahui saat Nono didaftarkan dalam kompetisi perlombaan pada Oktober 2021. Selang sepekan, mereka baru tahu ketika Nono sedang sibuk mengerjakan soal.


"Waktu Astra (Yayasan Astra Michael D Ruslim) mendaftarkan Nono, jujur saja kami tidak tahu. Sudah satu minggu baru kami tahu saat Nono sibuk kerjakan soal," sebutnya.

Nuryati mengatakan menjelang perayaan akhir tahun 31 Desember 2021 Nono sangat sibuk mengerjakan soal. Detik-detik terakhir pengumpulan soal, Nono mengalami kendala yaitu listrik padam disertai dengan jaringan seluler yang hilang muncul.

"Itu malam, Nono sibuk kerjakan soal namun saat batas akhir pengumpulan listrik padam dan jaringan juga tidak bagus, maka Nono sangat tegang dan langsung histeris," terang Nuryati.

Nono akhirnya berhasil menyabet juara tiga dalam ajang perlombaan itu. Nuryati menyebut Nono saat itu sebenarnya bisa dipastikan juara satu atau juara dua.

Namun karena terkendala jaringan sehingga waktu yang ditentukan untuk pengumpulan soal tidak sesuai target. "Kalau tidak kendala listrik dan jaringan, maka Nono bisa juara satu atau dua. Hanya saja itu kendala makanya dia lewat batas waktu yang ditentukan," kata Nuryati.

Mlalui perlombaan itu, Nuryati baru mengetahui buah hatinya memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Tingkat kecerdasan Nono terbukti karena ia masuk kategori 50 hingga 20 besar dalam lomba tingkat dunia itu.

"Karena itu saya daftarkan ia mengikuti ajang kompetisi matematika yang kedua kalinya di ajang yang sama," ujar Nuryati.

Ketika mengikuti kejuaraan kompetisi matematika internasional (Abacus Brain Gym) tahun 2022 secara online, Nono mampu menyingkirkan ribuan peserta dan menyabet juara pertama. Sedangkan juara kedua diraih oleh peserta asal Qatar dan juara ketiga berasal dari Amerika Serikat.

"Atas prestasi itu, Nono mendapatkan piala, sertifikat dan uang tunai sebesar 200 dolar USA," pungkas Nuryati.
Sebelumnya, Nono berhasil menyabet juara pertama International Abacus World Competition 2022. Satu-satunya siswa perwakilan Indonesia itu mengalahkan 7.000 peserta lainnya dari seluruh dunia, termasuk perwakilan dari Amerika Serikat (AS).



Simak Video "Ini Nono, Siswa SD NTT yang Menang Lomba Matematika Tingkat Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/gsp)