25 Babi Mati Mendadak di Ende, Sampel Darah Dikirim ke Bali

25 Babi Mati Mendadak di Ende, Sampel Darah Dikirim ke Bali

Ambrosius Ardin - detikBali
Kamis, 19 Jan 2023 18:24 WIB
Jutaan Babi di China Mati, Harga Semua Daging di Tingkat Global Bisa Naik
Puluhan babi mati mendadak di NTT. Foto: ABC Australia
Ende -

Sebanyak 25 ekor babi mati mendadak di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Insiden ini menyusul 30 ekor babi yang mati mendadak di Flores Timur.

Puluhan babi mati tersebut adalah bantuan dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian untuk dua kelompok ternak di Ende. Bantuan itu disalurkan melalui Satuan Kerja (Satker) Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijaukan Pakan Ternak Denpasar.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distan) Kabupaten Ende Marianus Alexander mengatakan dua kelompok ternak di Ende dapat jatah bantuan 50 ekor babi. Tahap pertama baru tiba akhir pekan lalu sebanyak 35 ekor.


"Jumlah bantuan 50 ekor untuk kelompok, baru tiba dengan (Kapal) Ferry hari Sabtu. Dari 50 baru 35 (ekor) yang diserahkan. Dilaporkan kemarin 25 ekor mati," kata Marianus, Kamis (19/1/2023).

Belum diketahui kematian babi itu akibat terjangkit virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika. Marianus mengatakan, Distan Ende telah mengirimkan sampel darah babi yang mati tersebut ke Balai Besar Veteriner di Denpasar untuk memeriksa apakah babi mati tersebut terjangkit ASF atau tidak.

"Kami sudah ambil sampelnya untuk dikirim ke lab di BBVet (Balai Besar Veteriner) Denpasar untuk diperiksa lab apakah positif ASF atau negatif," jelas Marianus.

Diberitakan sebelumnya, babi mati mendadak tersebut juga terjadi di Flores Timur. Dari 30 babi yang mati di sana, beberapa ekor di antaranya positif terjangkit ASF setelah pemeriksaan sampel darah di Balai Besar Veteriner Denpasar.

Babi yang mati itu juga bantuan dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian melalui Satker Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijaukan Pakan Ternak Denpasar.



Simak Video "Berkeliling ke Pasar Babi yang Populer di Singkawang"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/bir)