Pakar Virologi Sebut Kota dan Kabupaten Kupang Belum Bebas ASF

Kupang

Pakar Virologi Sebut Kota dan Kabupaten Kupang Belum Bebas ASF

Yufen Ernesto - detikBali
Rabu, 18 Jan 2023 16:16 WIB
Ilustrasi Babi
Ilustrasi Babi Foto: Getty Images/iStockphoto/dusanpetkovic
Kupang -

Pakar virologi dari Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang Andrijanto Hauferson Angi menuturkan Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) belum bebas dari serangan African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika. Hal itu terungkap dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap 138 sampel darah babi pada 2022.

"Dari 138 sampel darah ternak babi di kota dan kabupaten Kupang, sebanyak 77 sampel positif ASF," tutur Andrijanto kepada detikBali, Rabu (18/1/2023). Adapun sebanyak 55 sampel negatif dan 10 invalid.

Menurut Andrijanto, hasil penelitian itu menunjukkan Kota Kupang dan Kabupaten Kupang belum bebas dari ASF. Demam babi akan meningkat jika kondisi lingkungan mendukung seperti saat ini.


Andrijanto menerangkan hingga kini belum ada vaksin yang efektif untuk mengurangi risiko penyebaran ASF. Salah satu cara efektif menangkal demam babi ialah dengan tindakan biosecurity yang ketat termasuk di dalamnya sanitasi, disinfeksi kandang secara rutin, dan pemeriksaan kesehatan bagi ternak babi yang akan diperjualbelikan.

Andrijanto menerangkan yang harus dilakukan oleh peternak babi ialah menerapkan biosecurity ketat. "Pemberian multivitamin karena saat ini belum ada vaksin ASF sehingga musim seperti saat ini kasusnya akan kembali terjadi karena kondisi lingkungan mendukung" tuturnya.

Sebelumnya, sebanyak 48 babi mati mendadak di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyebab matinya hewan ternak itu belum diketahui.

Sejumlah wilayah yang melaporkan kasus kematian babi antara lain Kecamatan Kupang Timur sebanyak 16 ekor; Kupang Tengah (18), Nekamese (6), Takari (5). Selain itu, laporan kematian babi juga datang dari Kupang Barat 3 ekor dan Semau (1).



Simak Video "Cegah Demam Babi Afrika, Korea Selatan Perketat Sistem Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(gsp/hsa)