Dongkrak Kunjungan Turis ke Labuan Bajo dengan Tradisi Penti

Manggarai Barat

Dongkrak Kunjungan Turis ke Labuan Bajo dengan Tradisi Penti

Ambrosius Ardin - detikBali
Kamis, 19 Jan 2023 00:35 WIB
Kapal-kapal wisata di seputar kawasan Marina Waterfront Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. (Foto: Ambrosius Ardin/detikBali)
Kapal-kapal wisata di seputar kawasan Marina Waterfront Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. Foto: Ambrosius Ardin/detikBali
Manggarai Barat -

Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparekrafbud) Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengemas wisata budaya tradisi Penti Manggarai sebagai salah satu kegiatan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke Manggarai Barat tahun ini.

"Tahun ini kami memiliki program Penti di enam titik atau desa," jelas Kadisparekrafbud Manggarai Barat Pius Baut, di Labuan Bajo, Selasa (17/1/2023).

Ia menjelaskan, tradisi Penti adalah sebuah ritus adat Manggarai yang bermakna syukuran hasil panen kepada Tuhan dan leluhur. "Kami mencoba mengemas Penti ini menjadi sebuah event yang dapat dipromosikan ke pasar pariwisata," kata Pius Baut.


Tahun ini Disparekrafbud Manggarai Barat hanya bisa mengemas tradisi Penti di enam kampung sesuai ketersediaan anggaran. Masyarakat akan mendapat bantuan Rp 15-20 juta untuk setiap penyelenggaraan tradisi Penti.

"Sifatnya hanya insentif karena Penti itu harus direncanakan oleh masyarakat, lalu kami support dengan APBD, tidak banyak sekitar Rp 15-20-an juta," ujar Pius Baut.

Ia akan selektif memilih enam lokasi pelaksanaan Penti. "Setelah tim survei turun, kami identifikasi beberapa titik ini, tentu ada syarat-syarat lain, misalnya dari sisi aksesibilitas mudah, amenitas misalnya apakah di situ ada sarana air, MCK, dll, karena misinya membawa wisatawan ke sana," jelas Pius Baut.

Setelah memilih enam tempat tersebut, Disparekrafbud dan masyarakat setempat menentukan jadwal pelaksanaan Penti untuk dipromosikan. "Kami tentukan jadwalnya bersama masyarakat, disepakati bersama dan dipromosikan ke pasar pariwisata sehingga menjadi sebuah event," katanya

"Kami rencanakan kalau bisa berkesinambungan di enam titik ini, berlanjut gitu, apakah per dua minggu, pertama di kampung mana, dua minggu lagi di kampung mana, dan seterusnya," pungkas Pius Baut.

Diketahui, sejumlah ritual dilakukan selama Penti yang biasanya berlangsung beberapa hari, seperti Barong Lodok, Barong Wae, Barong Compang, dan puncaknya Penti Weki Peso. Barong artinya memberi tahu.

Ritual pertama adalah Barong Lodok pusat kebun. Di sana digelar doa dan persembahan sesajen. Berikutnya Barong Wae, ritual yang dilakukan di sumber mata air. Setelahnya Barong Compang, yaitu ritual di batu bulat di tengah kampung. Compang adalah tempat persembahan warga kampung. Terakhir, Penti Weki Peso di rumah adat. Penti Weki Peso adalah puncak ungkapan syukur kepada Tuhan dan leluhur.



Simak Video "2 Sosok Artis Indonesia yang Diidolakan Deris Nagara"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/hsa)