Dinas Peternakan Kupang Terbitkan Edaran Terkait Wabah Penyakit Ternak Babi

Kupang

Dinas Peternakan Kupang Terbitkan Edaran Terkait Wabah Penyakit Ternak Babi

Tim detikBali - detikBali
Rabu, 18 Jan 2023 12:37 WIB
close up of a pigs face on a truck, behind bars
Ilustrasi Babi Foto: Getty Images/iStockphoto/pidjoe
Kupang -

Dinas Peternakan Kabupaten Kupang menerbitkan surat edaran terkait wabah penyakit yang menyerang ternak babi. Edaran, tersebut terbit pada Kamis, 12 Januari 2023.

"Kami sudah mengeluarkan surat edaran tertanggal 12 Januari karena adanya laporan wabah penyakit ternak babi," tutur Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan Kupang Yosep Paulus kepada detikBali Rabu (18/1/2023).

Sebelumnya, sebanyak 48 babi mati mendadak di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyebab matinya hewan ternak itu belum diketahui.


Sejumlah wilayah yang melaporkan kasus kematian babi antara lain Kecamatan Kupang Timur sebanyak 16 ekor; Kupang Tengah (18), Nekamese (6), Takari (5). Selain itu, laporan kematian babi juga datang dari Kupang Barat 3 ekor dan Semau (1).

Babi yang mati mendadak menunjukkan gejala klinis demam tinggi dengan suhu tubuh di atas 39 derajat celsius dan hilang nafsu makan. Selain itu, sebelum mati babi juga lemas dan muncul bercak kemerahan di sekujur tubuhnya.

Yosep mengimbau masyarakat tetap menerapkan biosecurity sehingga meminimalisasi kematian ternak. Sebab, jika ternak babi yang mati mendadak itu akibat (African swine fever) ASF atau virus flu babi Afrika maka vaksinnya belum ada.

"Sementara hog cholera atau (kolera babi) memang vaksinnya sudah ada, namun tingkat morbiditas dan mortalitas sangat tinggi," tutur Yosep.



Simak Video "Berkeliling ke Pasar Babi yang Populer di Singkawang"
[Gambas:Video 20detik]
(gsp/hsa)