Anak dan Istri Bela Pelaku Bom Ikan di NTT: Kami Butuh Keadilan

Round Up

Anak dan Istri Bela Pelaku Bom Ikan di NTT: Kami Butuh Keadilan

tim detikBali - detikBali
Rabu, 18 Jan 2023 08:13 WIB
Konferensi pers penangkapan pelaku pengeboman ikan di Polair Kupang, Senin (16/1/2023).
Konferensi pers penangkapan pelaku bom ikan di Polair Kupang, NTT, Senin (16/1/2023). Foto: Yufen Ernesto/detikBali
Kupang -

Anak kandung dan istri membela pelaku bom ikan di Desa Uiasa, Semau, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka membantah FN (39) pelaku bom ikan dan meminta keadilan hukum.

"Bukan bapak (FN) yang bom, tapi paman Son Neno. Saat itu, kami hanya (menggunakan) pukat, yang taruh bom sampan kami itu paman Aldi Timung," ujar anak kandung FN, Yesua Nabu, Selasa (17/01/2023).

Ia mengatakan saat itu FN mengajaknya ke laut untuk memukat karena kehabisan beras. Mereka membuat pukat ke tempat berkerumunnya ikan, setelah selesai sempat membersihkan sisa pukat. Tak berselang lama, Aldi Timung datang dan langsung menaruh bom di atas sampan FN.


"Saat itu saya dan bapak di dalam laut membersihkan pukat. Tidak lama kemudian saya lihat paman Aldi sandar sampan dekat kami, langsung taruh bom di atas sampan. Saya mau beritahu bapak, tapi takut," katanya.

Aldi langsung meninggalkan lokasi setelah meletakkan bom ikan di sampan FN. Beberapa menit kemudian datang Polairud memeriksa dan menemukan bom ikan di atas sampan FN. "Kami tidak tahu apa-apa, kaget polisi datang bilang mau periksa. Saat periksa mereka temukan bom dalam sampan kami yang ditendis dengan pukat," imbuh Yesua.

Sementara itu istri FN, Dorkas Massa (32) menegaskan sang suami yang berprofesi sebagai petani tidak tahu cara merakit bahan peledak, apalagi melakukan bom. Menurutnya selama ini FN mencari ikan dengan pukat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hasil pencarian ikan itu dijual di perkampungan sekitar,kemudian uangnya digunakan untuk membeli beras dan kebutuhan dua anak-anaknya yang masih SD. Ia pun menuntut keadilan hukum untuk suaminya.

"Suami saya tidak tahu merakit dan tidak pernah saya lihat dia (melakukan) bom. Dia cari ikan hanya dengan pukat. Saya hanya butuh keadilan," ungkapnya histeris.

Polisi Persilakan Keluarga Melapor

Ditpolairud Polda NTT Kombes Pol Nyoman Budiarja mempersilakan keluarga FN menempuh upaya hukum, jika merasa keluarganya tidak bersalah. "Kami penyidik bekerja secara profesional berdasarkan alat bukti yang ada," terang Budiarja, Selasa (17/1/2023).

Ia tidak berkeberatan dengan pendapat keluarga tersangka yang menyebut bukan pelaku yang melakukan pengeboman ikan. Keluarga tersangka juga dipersilakan melakukan upaya hukum. Pasalnya, polisi dan tersangka memiliki hak yang sama di hadapan hukum.

"Silakan, kalau pendapat tersangka dan keluarganya seperti itu. Itu hak masyarakat, jika merasa tidak adil, dipersilakan dengan upaya hukum yang ada. Nanti akan teruji di depan persidangan. Sudah ada mekanisme hukumnya untuk masing-masing pihak. Kami profesional saja, alat buktinya sudah sangat kuat," pungkasnya.



Simak Video "Intip Aktivitas Deris Nagara Jadi Presiden BEM di Columbia University"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/gsp)